PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan perbaikan 70 ruas jalan provinsi akan dimulai pada Juli 2026. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel M Affandi mengungkapkan, anggaran yang dialokasikan tahun ini menyusut signifikan menjadi Rp380 miliar, dari sebelumnya lebih dari Rp700 miliar pada 2025.
Surat perintah kerja (SPK) untuk seluruh paket pekerjaan disebut sudah siap diterbitkan dalam beberapa hari ke depan. Artinya, pekerjaan fisik bisa langsung bergulir setelah dokumen administrasi rampung.
Fokus pada Perbaikan Fungsional di Titik Rusak Berat
Karena anggaran terbatas, metode perbaikan tahun ini bersifat fungsional. Pekerjaan utama meliputi penutupan lubang dan penambalan jalan atau patching. Tidak ada proyek besar seperti penggantian badan jalan secara menyeluruh.
"Kita akan melakukan optimalisasi dalam pelaksanaan perbaikan jalan di Sumsel. Kita akan patching, sifatnya fungsional. Pekerjaan ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang mengalami penurunan," kata Affandi di Palembang, Senin.
Total panjang jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Sumsel mencapai sekitar 1.779 kilometer. Dengan anggaran yang menyusut, pemerintah mengakui penanganan hanya bisa menjangkau ruas-ruas prioritas yang kondisinya paling kritis.
Lokasi Prioritas: dari OKI hingga Muara Enim, Fly Over Jakabaring Masih Dilelang
Perbaikan akan menyasar sejumlah kabupaten, di antaranya Ogan Komering Ilir, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu, dan Muara Enim. Pekerjaan mencakup pemeliharaan jalan, rekonstruksi, hingga penanganan titik longsor.
Untuk wilayah Kota Palembang, Pemprov Sumsel mengelola sekitar 99 kilometer jalan. Tahun ini, pemeliharaan akan dilakukan di Jalan Noerdin Pandji. Sementara itu, proyek pengaspalan Fly Over Jakabaring masih memasuki tahap pelelangan. Adapun Jalan Radial tidak masuk dalam program tahun ini karena kondisinya dinilai masih baik.
Anggaran 2027 Diprediksi Makin Terbatas, Hanya Rp200 Miliar
Affandi juga memberikan gambaran soal alokasi tahun depan. Ia memperkirakan anggaran pemeliharaan jalan pada 2027 masih akan terbatas, bahkan lebih rendah dari tahun ini.
"Informasi terakhir berkisar Rp200-an miliar untuk perbaikan jalan. Namun, itu masih belum final dan akan kita lihat lagi perkembangannya," ujarnya.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemprov Sumsel. Dengan panjang jalan provinsi yang mencapai ribuan kilometer, penurunan anggaran dua tahun berturut-turut bisa memperlambat perbaikan infrastruktur di daerah-daerah yang sangat membutuhkan.