Pencarian

Resident Evil Versi Jepang Mulai Dipertimbangkan Capcom, Producer Ungkap Wacana Tim Developer

Jumat, 05 Juni 2026 • 01:53:01 WIB
Resident Evil Versi Jepang Mulai Dipertimbangkan Capcom, Producer Ungkap Wacana Tim Developer
Capcom mempertimbangkan latar Jepang untuk seri Resident Evil, kata produser Kumazawa.

Dalam wawancara terbaru dengan situs Jepang Futaman yang dikutip Automaton, Kumazawa mengakui ide latar Negeri Sakura sudah lama mengemuka di internal Capcom. "Saya pikir latar Jepang adalah sesuatu yang pernah dipikirkan oleh setiap penggemar Resident Evil di Jepang. Dan saya sendiri juga pernah mempertimbangkannya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa karena tim pengembang mayoritas berbasis di Jepang, hampir setiap anggota staf pernah memikirkan kemungkinan tersebut.

Kesuksesan Requiem Membuka Ruang Eksperimen

Resident Evil Requiem, yang mendapatkan skor 92 dari sang pengulas, menjadi pendorong utama keberanian tim untuk bereksperimen. "Jika kami terus merilis game yang sama berulang kali, pemain pada akhirnya akan bosan. Jadi kami ingin terus mengambil tantangan baru ke depannya," kata Kumazawa. Pernyataan ini menegaskan bahwa Capcom tidak ingin terpaku pada formula lama meski sedang berada di puncak kesuksesan.

Meski belum ada kepastian kapan proyek tersebut akan direalisasikan, Kumazawa memastikan tim tidak terikat aturan kaku mengenai latar tempat ataupun alur waktu. "Kami menyesuaikan alur waktu berdasarkan penilaian bahwa cerita masa kini membantu pemain merasa lebih terbenam. Alur waktu juga berubah tergantung karakter dan cerita yang ingin kami tampilkan di setiap judul," jelasnya. Bahkan dalam Requiem sendiri, ada adegan yang berlatar delapan tahun sebelum peristiwa utama, serta periode yang lebih awal lagi.

Penuaan Karakter dan Konsistensi Waralaba

Ketika ditanya mengenai konsistensi seri, Kumazawa berjanji tim tidak akan mengorbankan elemen inti Resident Evil. "Kami tidak akan mengkompromikan elemen inti seri," tegasnya. Ia merujuk pada keputusan tim yang baru mulai menampilkan penuaan karakter sejak Resident Evil 4, dengan Requiem menjadi contoh paling jelas melalui penampilan Leon yang lebih tua—keputusan yang sempat mengejutkan basis penggemar.

Kumazawa menekankan bahwa tim akan terus menjaga apa yang selama ini dihargai oleh seri: karakter-karakter ikonik, peristiwa-peristiwa kunci, dan tentu saja, kekacauan yang dipicu oleh para ilmuwan eksentrik yang terus bermain dengan T-virus. Bagi penggemar di Indonesia yang tumbuh dengan latar mansion Eropa atau kota Amerika yang hancur, janji setting Jepang bisa menjadi angin segar—terlebih dengan kekayaan folklore horor lokal yang belum pernah dieksplorasi Capcom.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks