MUARA ENIM — Bupati Muara Enim, H. Edison, mengapresiasi kolaborasi antara Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan dalam program GESIT. Menurutnya, program ini berbeda dari skema bantuan modal pada umumnya karena menghadirkan mekanisme keberlanjutan.
“Yang membedakan program ini adalah adanya semangat keberlanjutan, di mana para penerima manfaat diajak untuk menyisihkan sebagian rezekinya melalui infak secara teratur,” kata Edison dalam sambutannya.
Dana Infak Diputar Kembali untuk Pelaku UMKM Lain
Edison menjelaskan, dana infak yang terkumpul dari para penerima manfaat akan disalurkan kembali kepada pelaku UMKM lainnya. Dengan begitu, lingkup program dapat terus meluas tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran awal.
“Kami berharap para pelaku UMKM yang hari ini menjadi penerima manfaat dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, naik kelas, dan pada waktunya menjadi muzakki serta pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya,” tegasnya.
Perlindungan Jaminan Sosial bagi 200 Pedagang
Selain modal, seluruh penerima manfaat juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim, Mansursyah, menyebut langkah ini memastikan para pedagang terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan kematian.
“Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para pelaku UMKM mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian sehingga dapat menjalankan usahanya dengan lebih aman, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Mansursyah.
Sinergi Baznas dan Pemkab Muara Enim
Program GESIT merupakan inisiatif Baznas Kabupaten Muara Enim yang masuk dalam pilar Muara Enim Makmur. Peluncuran program ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah, serta Ketua Baznas Ahmad Nizoni.
Bupati Edison mengajak perusahaan yang beroperasi di wilayah Muara Enim untuk turut berkontribusi melalui program CSR/TJSL. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program GESIT mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang tangguh dan terlindungi.