PALEMBANG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kian nyata. BPBD Sumsel melaporkan, sebanyak 34 titik panas terdeteksi dari hasil pemantauan hingga pukul 05.30 WIB, Selasa (2/6/2026). Data ini menjadi alarm bagi warga dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Muara Enim Zona Terpanas, 14 Titik Api Terkonsentrasi
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. "Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak hari ini," katanya.
Selain Muara Enim, titik panas juga tersebar di sejumlah kabupaten/kota lain. Sebaran ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan mengancam hampir seluruh Sumsel.
Cuaca Cerah hingga Siang, Tapi Risiko Kebakaran Masih Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Sumatera Selatan pada pagi hari umumnya cerah hingga cerah berawan. Meski ada potensi hujan ringan pada siang hingga sore hari di beberapa wilayah, BPBD mengingatkan bahwa sebagian besar lahan masih dalam kategori sangat mudah terbakar.
Kondisi ini membuat risiko api tetap tinggi meski ada peluang turun hujan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apapun.
108 Kejadian Karhutla dalam Lima Bulan, 182 Hektare Lahan Terbakar
Data kumulatif BPBD Sumsel menunjukkan, sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026, telah terjadi 108 kejadian karhutla. "Sepanjang periode tersebut terdapat 108 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 182,54 hektare," ujar Sudirman.
Beberapa wilayah mencatat angka kejadian cukup tinggi. Data ini menjadi dasar bagi tim gabungan untuk terus mengintensifkan upaya pemadaman dan pencegahan.
Water Bombing dan Patroli Darat Jadi Andalan
Tim gabungan tidak tinggal diam. Operasi water bombing atau bom air oleh Subsatgas Udara Sumsel telah dilakukan di sejumlah wilayah seperti Ogan Komering Ulu, Ogan Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Hasil pemantauan menunjukkan titik-titik api yang terdeteksi berhasil dipadamkan.
Di sisi lain, upaya pemadaman juga dilakukan dari darat. BPBD Sumsel juga menyiagakan sarana udara di Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II, meliputi pesawat patroli Cessna, helikopter patroli, dan dua helikopter pengebom air untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.