PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang memastikan program pengembangan rumah tahfidz akan menyasar hingga pelosok kelurahan. Targetnya, setiap kelurahan di 18 kecamatan memiliki setidaknya dua lokasi belajar dan menghafal Al Quran.
Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam menyatakan komitmen ini bagian dari upaya berkelanjutan mengentaskan buta aksara Al Quran di wilayah yang dikenal dengan julukan Palembang Darussalam.
"Rumah tahfidz akan terus dikembangkan hingga pelosok 107 kelurahan. Tujuannya agar kemampuan warga, terutama anak-anak usia sekolah, dalam membaca dan menulis ayat suci Al Quran semakin meningkat," kata Prima Salam di Palembang, Sabtu.
Target Dua Rumah Tahfidz per Kelurahan
Program ini bukan sekadar wacana. Pemerintah kota sudah memiliki peta jalan pengembangan yang jelas. Dari data yang dihimpun, pengembangan rumah tahfidz dalam beberapa tahun ke depan akan difokuskan pada pemerataan akses.
"Melalui rumah tahfidz, saya berharap generasi mendatang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat untuk memperkuat keimanan kepada Allah SWT," ujar Wawako Prima Salam.
Dukungan Penuh dari Gubernur Sumsel
Komitmen Pemkot Palembang sejalan dengan program prioritas Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya menegaskan bahwa rumah tahfidz menjadi salah satu instrumen utama pemberantasan buta aksara Al Quran di 17 kabupaten dan kota.
Saat ini, sudah ada lebih dari seribu rumah tahfidz yang tersebar di seluruh Sumsel. Jumlah tersebut akan terus ditambah dan dioptimalkan fungsinya.
"Rumah tahfidz tidak hanya dikembangkan di mushalla dan masjid, tetapi juga bisa memanfaatkan rumah atau bangunan di kawasan permukiman warga," kata Gubernur Herman Deru.
Lokasi Belajar Bisa di Mana Saja
Salah satu keunggulan program ini adalah fleksibilitas lokasi. Pemerintah provinsi mendorong warga untuk memanfaatkan bangunan di sekitar permukiman sebagai pusat kegiatan tahfidz. Dengan begitu, akses pendidikan Al Quran tidak lagi terbatas pada tempat ibadah.
"Dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di sekitar kawasan permukiman penduduk menjadi rumah tahfidz, program pendidikan dan menghafal ayat-ayat suci Al Quran dapat berjalan optimal," tegas Herman Deru.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka buta aksara Al Quran, khususnya di kalangan anak usia sekolah di Palembang dan sekitarnya.