MUARA DUA — Warga OKU Selatan dan tiga kabupaten tetangga tak perlu lagi menempuh perjalanan hingga delapan jam ke Palembang untuk mendapatkan layanan medis spesialis. RSUD Muara Dia tengah bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan regional melalui proyek pengembangan infrastruktur kesehatan yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero).
Proyek ini masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kesehatan Batch 3. Di atas lahan seluas 30.320 meter persegi, bangunan utama rumah sakit akan menempati 16.493 meter persegi atau sekitar 54 persen dari total kawasan.
Fasilitas Apa Saja yang Akan Hadir di RSUD Muara Dua?
Manajemen rumah sakit menyiapkan sejumlah fasilitas prioritas yang sebelumnya tak tersedia di wilayah ini. Mulai dari poliklinik, radiologi, laboratorium, ruang operasi, hingga cathlab untuk layanan jantung.
Unit perawatan intensif atau ICU, ruang rawat inap kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta ruang VIP juga masuk dalam daftar. Area publik rumah sakit dirancang terintegrasi dengan zona privat dan servis agar alur pasien, tenaga medis, dan pengunjung tak saling mengganggu.
Mengapa Konsep Ruang Hijau Jadi Prioritas?
Seluas 8.749 meter persegi lahan dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau. Konsep healing environment ini sengaja diterapkan untuk mendukung pemulihan pasien secara psikologis.
“Pengembangan RSUD Muara Dua tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas layanan medis, tetapi juga menghadirkan infrastruktur kesehatan yang lebih aman, nyaman, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, Jumat (29/5/2026).
Layanan Spesialis Apa yang Paling Dibutuhkan Warga?
RSUD Muara Dua akan diperkuat lima layanan spesialis dasar: penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan. Empat layanan penunjang prioritas juga disiapkan, yakni radiologi, anestesi, patologi klinik, serta layanan jantung dan stroke.
Area kritis seperti IGD, ICU, dan Modular Operating Theater (MOT) ditempatkan di titik strategis. Desainnya memungkinkan tenaga medis mempercepat penanganan pasien tanpa hambatan sirkulasi.
Teknologi Apa yang Digunakan dalam Pembangunan?
Hutama Karya menerapkan Building Information Modeling (BIM) untuk simulasi digital konstruksi. Sistem ini mengkoordinasikan pekerjaan arsitektur, struktur, dan utilitas secara presisi.
Proyek ini juga dipantau melalui Project Management Information System (PMIS) secara real time. Pengaturan area kerja dan mobilisasi material dilakukan bertahap agar operasional rumah sakit yang sudah berjalan tak terganggu.
Pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar.
Bagaimana Nasib Pasien Selama Proyek Berlangsung?
Pekerjaan konstruksi dirancang tak mengganggu layanan yang sudah berjalan. Koordinasi utilitas eksisting dan pengaturan zona kerja dilakukan secara terencana untuk meminimalkan dampak terhadap pasien dan pengunjung.
Kapan RSUD Muara Dua Siap Beroperasi Penuh?
Proyek ini masih dalam tahap awal konstruksi. Belum ada tanggal pasti operasional penuh, namun target penyelesaian mengacu pada siklus PHTC Kesehatan Batch 3 yang berlangsung hingga 2027.
Apa dampak langsung proyek ini bagi warga OKU Selatan?
Warga tak perlu lagi dirujuk ke Palembang untuk layanan jantung, stroke, atau operasi khusus. Waktu tempuh dan biaya transportasi pasien dipangkas drastis. Rumah sakit juga menyerap tenaga kerja lokal selama konstruksi.