PALEMBANG — Tujuh atlet Veteran Table Tennis Singapore mendarat di Palembang dan langsung menuju markas PTM Union atau Union Table Tennis Club (UTTC), Ahad (24/5/2026). Rombongan yang terdiri dari BunChing, Chin Woon Han, Akiat, Aweing, Mr Pho, dan Denny ini disambut langsung oleh Ketua PTM Union, Setiawan, serta jajaran pemain klub seperti Handoko Lukito, Setia Wely, dr Sutomo Tanzil, Kristo, dan Dedi Ervis.
Bukan Sekadar Main, Ada Agenda Silaturahmi
Setiawan mengatakan kunjungan ini bukan sekadar pertandingan biasa. “Hari ini kita menerima kunjungan dari petenis meja veteran Singapura,” ujarnya. Ia menambahkan, hubungan antara pemain PTM Union dan klub-klub di Singapura sudah terjalin lama. Beberapa atlet Palembang kerap mengikuti turnamen di Negeri Singa dan berteman akrab dengan para veteran yang datang kali ini.
Denny, salah satu petenis meja veteran asal Singapura, mengaku sudah tidak asing dengan suasana Indonesia. “Saya sering main ke Kepulauan Riau dan Riau,” katanya. Ia menambahkan, atmosfer pertemanan antarpegiat tenis meja di Indonesia dan Singapura selalu hangat.
Jadwal Pertandingan: Senin Malam di PTM Union
Para tamu dari Singapura akan berada di Palembang selama tiga hari, terhitung sejak Sabtu (23/5/2026). Agenda puncaknya adalah pertandingan persahabatan yang dijadwalkan berlangsung Senin (25/5/2026) malam. “Friendly match akan kita lanjutkan Senin malam sesuai jadwal latihan di PTM Union,” kata Setiawan.
Pertandingan ini terbuka untuk disaksikan anggota klub dan pegiat tenis meja di Palembang. PTM Union sendiri dikenal sebagai salah satu klub tenis meja tertua dan paling aktif di Sumatera Selatan, rutin menggelar latihan dan turnamen antarpegiat lokal maupun mancanegara.
Mengapa Petenis Meja Veteran Singapura Memilih Palembang?
Kedatangan rombongan veteran Singapura ke Palembang menunjukkan bahwa jaringan pertemanan olahraga antarnegara tidak hanya terbatas di Pulau Jawa. Palembang, dengan sejarah panjang sebagai tuan rumah Asian Games 2018, masih memiliki magnet bagi atlet-atlet mancanegara. Bagi para petenis meja gaek ini, bertanding di Palembang sekaligus menjadi ajang reuni dan memperkuat hubungan antarklub di kawasan ASEAN.
Setiawan berharap kunjungan serupa bisa terus berlanjut. “Ini jadi motivasi bagi pemain muda kita untuk melihat langsung bagaimana petenis meja veteran dari luar negeri bermain,” pungkasnya.