MUARA ENIM — Rapat koordinasi lintas lembaga digelar untuk memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dan 4 berjalan sesuai jadwal. Pertemuan itu melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Dinas ESDM Provinsi Sumsel, dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Mengapa Proyek Ini Butuh Dukungan Penuh Pemda?
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko, menekankan bahwa kelancaran proyek ini tidak bisa dilepaskan dari peran aktif pemerintah daerah. Menurutnya, ekosistem yang kondusif di tingkat kabupaten menjadi faktor krusial agar pembangunan fisik pembangkit tidak mengalami hambatan birokrasi atau sosial.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, khususnya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi percepatan proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar proyek ini dapat berjalan tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujar Andi Joko dalam pernyataan resminya.
Komitmen Bupati Muara Enim untuk Energi Bersih
Bupati Muara Enim, H. Edison, SH., MHum., menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan proyek ini. Ia menyebut sejumlah langkah strategis telah disiapkan, meski tidak merinci lebih lanjut bentuk dukungan tersebut dalam keterangan yang diterima.
Proyek PLTP Lumut Balai menjadi salah satu proyek unggulan dalam bauran energi nasional. Dengan kapasitas yang terus ditambah, wilayah Muara Enim diproyeksikan menjadi salah satu lumbung energi panas bumi di Sumatera.
Langkah Nyata Menuju Net Zero Emission
Akselerasi ini merupakan bagian dari peta jalan PGEO untuk mencapai target net zero emission. Keberhasilan operasi penuh Lumut Balai Unit 2 pada Juni lalu menjadi modal awal yang memperkuat keyakinan investor dan pemerintah terhadap potensi geothermal di kawasan Bukit Barisan tersebut.
Ke depan, penyelesaian PLTP Unit 3 dan 4 tidak hanya akan menambah pasokan listrik hijau ke sistem kelistrikan Sumatera, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan kapasitas geothermal terbesar di dunia. Pemerintah daerah dan pusat sepakat untuk terus menjaga momentum kolaborasi ini hingga proyek benar-benar beroperasi komersial.