PALEMBANG — DPC PDI Perjuangan Kota Palembang resmi meluncurkan program Dapur Marhaen sebagai gerakan sosial kerakyatan di Kelurahan 20 Ilir, Kamis (14/5/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua DPC, Ayu Nur Suri, didampingi jajaran pengurus partai, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palembang, serta pengurus PAC, ranting, dan sayap partai.
Ketua RW 06, Ketua RT 18, RT 19A, dan RT 20 turut hadir bersama ratusan warga yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dapur Marhaen menyediakan makanan siap santap bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian partai terhadap wong cilik.
Bukan Sekadar Kegiatan Seremonial
Ayu Nur Suri menegaskan bahwa Dapur Marhaen merupakan gerakan konkret partai untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dapur Marhaen ini bukan hanya simbol kegiatan sosial biasa, tetapi gerakan nyata partai untuk hadir di tengah rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan harus menjadi rumah perjuangan bagi wong cilik dengan memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat. “Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun kepedulian sosial di Kota Palembang,” kata Ayu.
Rencana Ekspansi ke Seluruh Kelurahan
Program Dapur Marhaen tidak akan berhenti di satu lokasi. Ayu menyebut kegiatan ini akan diperluas hingga ke seluruh kelurahan di Kota Palembang melalui keterlibatan pengurus, kader, PAC, ranting, hingga masyarakat umum. “Ke depan Dapur Marhaen akan hadir di setiap kelurahan sebagai gerakan bersama kader PDI Perjuangan untuk terus dekat dan hadir bersama rakyat,” tegasnya.
DPC PDI Perjuangan Kota Palembang juga berencana membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu yang belum tersentuh program pemerintah. “Kami ingin memastikan masyarakat kecil mendapatkan perhatian, termasuk dalam bidang kesehatan,” ucap Ayu.
Apresiasi untuk Kader dan Relawan
Dalam kesempatan itu, Ayu Nur Suri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan Dapur Marhaen, mulai dari kader, relawan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. “Semoga semangat kepedulian dan gotong royong ini terus tumbuh menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan di Kota Palembang,” tandasnya.