PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menggelar forum Coffee Morning strategis yang dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Sandi Nugroho, Senin (10/5/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus sinkronisasi kebijakan operasional Direktorat Reserse Narkoba agar lebih adaptif menghadapi jaringan lintas daerah dan transnasional.
Fokus pada Intelijen Dasar dan Pemetaan Jaringan
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana memaparkan langkah pemetaan jaringan narkotika yang telah dilakukan jajarannya. Penguatan deteksi dini dan inovasi pencegahan menjadi sorotan utama dalam diskusi internal di Ruang Transit Lantai I Gedung Presisi Mapolda Sumsel.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menekankan pentingnya sinergi lintas fungsi dalam mendukung efektivitas pemberantasan narkotika di seluruh wilayah hukum Sumatera Selatan.
Kapolda: Penangkapan Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran. Ia meminta agar penanganan tindak pidana narkotika dilakukan secara terukur, profesional, dan berbasis intelijen.
“Fungsi Direktorat Reserse Narkoba adalah garda terdepan dalam menyelamatkan generasi bangsa. Saya instruksikan seluruh jajaran agar tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga memperkuat intelijen dasar, pemetaan jaringan, serta kolaborasi lintas fungsi guna memutus rantai pasokan narkotika secara permanen,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Dampaknya luas terhadap stabilitas keamanan, produktivitas masyarakat, hingga kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Pendekatan Preemtif, Preventif, dan Represif Berimbang
Forum strategis ini menjadi bagian dari langkah institusional Polda Sumsel dalam memperkuat pendekatan preemtif, preventif, hingga represif secara berimbang. Selain penindakan hukum terhadap jaringan pengedar, Polda Sumsel juga menekankan edukasi masyarakat, penguatan intelijen dasar, serta optimalisasi kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan elemen pendidikan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari program Presisi Polri. Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas menjadi fondasi utama penegakan hukum.
“Polda Sumsel berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Penguatan internal seperti ini penting agar seluruh personel memiliki visi dan langkah yang sama dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Dukungan terhadap Agenda Nasional Indonesia Emas 2045
Penguatan strategi pemberantasan peredaran gelap narkotika ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kapolri dan agenda nasional penyelamatan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Polda Sumsel memastikan upaya pemberantasan narkotika akan terus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.