PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) resmi mengoperasikan Kedai ADO Presisi sebagai pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat di Kota Palembang. Peresmian fasilitas yang berlokasi di kawasan Seberang Ulu I ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho pada Selasa (5/5/2026).
Pembangunan kedai ini merupakan langkah konkret kepolisian dalam mengintegrasikan aspek keamanan, sosial, dan ekonomi dalam satu ruang publik. Mengusung konsep “Ngopi Presisi, Raso Palembang”, tempat ini dirancang menjadi wadah komunikasi inklusif antara aparat kepolisian dengan warga, khususnya komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Fasilitas Terpadu: Dari Bengkel Hingga Layanan Kesehatan
Kedai ADO Presisi tidak sekadar menjadi tempat berkumpul biasa. Polda Sumsel melengkapi area ini dengan berbagai fasilitas penunjang produktivitas dan kesejahteraan komunitas ojol. Tersedia bengkel ringan untuk perawatan kendaraan, layanan pencucian motor dan mobil, serta ruang istirahat yang representatif bagi para pengemudi.
Guna mendukung kesejahteraan sosial, pengelola juga menyediakan sarana ibadah dan layanan kesehatan dasar yang dapat diakses secara rutin. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meringankan beban operasional para mitra ojek online yang sehari-hari beraktivitas di jalanan protokol Palembang.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa kehadiran kedai ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kedai ADO Presisi ini menjadi ruang silaturahmi untuk mencari solusi bersama. Kami juga mendorong rekan-rekan ojek online menjadi duta keselamatan berlalu lintas dan mitra Polri dalam menjaga kamtibmas,” tegas Sandi.
Penguatan Deteksi Dini Melalui Ruang Inklusif
Secara strategis, keberadaan kedai di wilayah Seberang Ulu I ini berfungsi sebagai pusat informasi dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Interaksi rutin yang terbangun antara polisi dan komunitas memungkinkan pertukaran informasi berlangsung lebih cepat dan akurat dibandingkan jalur formal.
Melalui komunikasi dua arah di kedai ini, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan langsung kepada petugas di lapangan. Pola ini dinilai lebih efektif untuk merespons permasalahan kamtibmas di wilayah perkotaan yang dinamis. Polda Sumsel memposisikan komunitas ojol sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di titik-titik rawan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk transformasi pelayanan Polri yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat. Kedai ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga pusat komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan bersama,” ujar Nandang.
Langkah Polda Sumsel ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Presisi Polri yang menekankan pada pelayanan publik modern, transparan, dan humanis. Dengan hadirnya Kedai ADO Presisi, kepolisian berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi atas problematika sosial yang dihadapi masyarakat di Sumatera Selatan.