Pencarian

Sumsel Luncurkan Ekspor Lada Hitam Perdana, OJK Perkuat Modal Petani

Sabtu, 02 Mei 2026 • 20:50:35 WIB
Sumsel Luncurkan Ekspor Lada Hitam Perdana, OJK Perkuat Modal Petani
OJK Sumatera Selatan resmi melepas ekspor perdana lada hitam dan produk kelapa olahan dari Pelabuhan Boom Baru.

Palembang — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan resmi melepas ekspor perdana lada hitam dan berbagai produk kelapa olahan pada Selasa (28 April) di Pelabuhan Boom Baru. Momen bersejarah ini menandai kolaborasi lintas instansi untuk membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha lokal muda.

Dalam seremoni pelepasan, tercatat 500 kilogram lada hitam, 46 ton arang tempurung kelapa, 25 ton kelapa parut, dan 21 ton produk kerupuk diberangkatkan menuju Tiongkok, Taiwan, dan Prancis. Keseluruhan komoditas ini merupakan hasil kerja petani dan produsen Sumatera Selatan yang telah lulus sertifikasi standar internasional.

Penguatan Inklusi Keuangan untuk Pengusaha Muda

Ekspor perdana ini bukan sekadar pengiriman barang, melainkan strategi OJK memperluas inklusi keuangan di tingkat daerah. Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menekankan pentingnya literasi keuangan agar pelaku usaha bisa naik kelas dan berkelanjutan di kancah internasional.

"Melalui ekspor perdana lada hitam dan turunan kelapa ini, kami ingin mencetak pengusaha muda yang tangguh. Inklusi keuangan adalah fondasinya—agar pelaku usaha kita lebih bankable, adaptif, dan bisnisnya berkelanjutan di pasar global," ujar Arifin Susanto.

Data dari sektor jasa keuangan menunjukkan dukungan pembiayaan kepada komoditas unggulan Sumatera Selatan telah mencapai Rp 869,29 miliar. Sementara itu, fasilitas Letter of Credit (L/C) untuk ekspor sudah terbit senilai USD 209.723, dengan komitmen berkelanjutan dari industri keuangan.

Standar Karantina Jamin Daya Saing Global

Aspek karantina dan sertifikasi menjadi elemen krusial dalam memastikan komoditas lokal memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan internasional. Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menegaskan peran karantina dalam pengendalian mutu ekspor.

"Dengan kualitas yang terjaga dan proses sertifikasi yang optimal, komoditas unggulan Sumatera Selatan akan semakin kompetitif, terpercaya, dan mampu memperluas penetrasi di pasar global," kata Prayatno Ginting.

Dalam acara tersebut, petani dan pengusaha muda menerima sertifikat Phytosanitary sebagai bukti kelayakan ekspor, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dan Kartu Sultan Muda sebagai identitas resmi dalam ekosistem perdagangan.

Program Sultan Muda Jadi Motor Ekonomi Daerah

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan kegiatan ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi menciptakan 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan sebagai penggerak ekonomi lokal. Program ini difokuskan pada generasi muda yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah untuk pasar global.

"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah, menembus pasar global, serta membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Herman Deru.

Pencapaian ini memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai provinsi aktif dalam pengembangan ekonomi berbasis inklusi keuangan. Pemerintah setempat juga meraih penghargaan Juara TPAKD Award 2025 Wilayah Sumatera sebagai bukti efektivitas sinergi perluasan akses keuangan.

Komitmen Lanjutan untuk Ekspor Berkelanjutan

OJK berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, Badan Karantina, dan pemangku kepentingan lainnya. Fokusnya adalah membuat komoditas unggulan Sumatera Selatan semakin kompetitif di pasar global sambil mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.

Momentum ekspor lada hitam dan produk kelapa ini diharapkan membuka pintu bagi komoditas lokal Sumatera Selatan lainnya untuk menembus pasar internasional dengan standar kualitas yang terjamin.

Bagikan
Sumber: krsumsel.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks