Pencarian

Pupuk Indonesia Pasok Agroinput untuk Swasembada Bawang Putih, Impor Masih 90%

Minggu, 20 September 2026 • 15:04:31 WIB
Pupuk Indonesia Pasok Agroinput untuk Swasembada Bawang Putih, Impor Masih 90%

SUMATERA SELATANPT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan kesiapan memasok pupuk bersubsidi dan agroinput guna mempercepat swasembada bawang putih nasional. Komitmen itu disampaikan dalam webinar yang digelar Rabu (16/9), menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026 agar kebutuhan bawang putih dipenuhi secara mandiri. Ketergantungan impor yang masih di atas 90% membuat penguatan produksi dalam negeri jadi pekerjaan rumah besar.

VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia Robbin Radhian Lee menegaskan perseroan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong kemandirian komoditas hortikultura tersebut. Menurut dia, bawang putih punya nilai ekonomi tinggi, permintaan pasar stabil, dan ruang pengembangan yang masih lebar.

Pemupukan memegang peran besar dalam keberhasilan budidaya. Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRMP) yang disampaikan dalam forum itu menunjukkan pemupukan menyumbang sekitar 25% terhadap produktivitas bawang putih. Karena itu, ketersediaan pupuk menjadi prasyarat yang tidak bisa ditawar.

"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih. Komoditas ini memiliki potensi untuk dikembangkan lagi. Apalagi ada inisiatif dari Kementerian Pertanian untuk berkolaborasi dengan banyak pihak guna memperluas lahan tanam, dan kami siap mendukung melalui penyediaan agroinput," kata Robbin dalam keterangan tertulis Pupuk Indonesia.

Impor Masih Kuasai 90% Kebutuhan Nasional

Direktur Pembenihan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sanusi, mengungkapkan kebutuhan bawang putih nasional pada 2025 mencapai 626.950 ton. Dari jumlah itu, 525.640 ton masih dipenuhi lewat impor.

Angka tersebut memperlihatkan betapa rentannya pasokan domestik. Berdasarkan data Kementerian Pertanian 2026, lebih dari 90% kebutuhan nasional masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Agung menyebut Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada era 1990-an. Puncaknya pada 1995 ketika produksi nasional menembus 152.421 ton. Capaian lama itu, katanya, menjadi modal sekaligus motivasi untuk membangun kembali kemandirian bawang putih.

Semangat itu menguat seiring arahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026 agar kebutuhan bawang putih dapat dipenuhi secara mandiri. Peningkatan produksi domestik pun menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dioptimalkan.

Produktivitas Baru 6,39-8,16 Ton per Hektar

Data BPS menunjukkan produktivitas bawang putih nasional saat ini berada di kisaran 6,39-8,16 ton per hektar. Angka itu masih jauh dari potensi yang bisa dicapai. Dalam webinar, rekomendasi pemupukan disusun untuk mengejar produktivitas 10-15 ton umbi basah per hektar.

Untuk mencapai target tersebut, sejumlah rekomendasi teknis disampaikan:

  • Aplikasi total 300 kilogram Urea Nitrea per hektar
  • Aplikasi 600 kilogram NPK Phonska 15-15-15 per hektar
  • Pemberian dilakukan bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman
  • Unsur hara nitrogen, fosfor, kalium, dan sulfur diberikan secara berimbang

Pemupukan bertahap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara sekaligus menekan potensi kehilangan pupuk akibat penguapan maupun pencucian oleh air hujan. Pada fase awal, pemupukan diarahkan mendukung pertumbuhan tunas dan akar. Memasuki persiapan pembentukan umbi hingga fase pembesaran, penggunaan NPK menjadi lebih dominan.

Pabrik NPK Berbasis Nitrat Beroperasi 2027

Pupuk Indonesia tengah membangun pabrik yang akan memproduksi NPK berbasis nitrat. Fasilitas ini direncanakan beroperasi pada 2027 dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun. Pabrik tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan perseroan untuk mempercepat swasembada bawang putih, baik melalui skema subsidi maupun nonsubsidi.

Di sisi lain, pupuk bersubsidi menjadi bagian dari dukungan pemerintah agar petani memperoleh sarana produksi dengan harga lebih terjangkau. Bawang putih termasuk komoditas hortikultura yang mendapat alokasi pupuk bersubsidi.

Penerimanya harus memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK, dan melakukan penebusan sesuai mekanisme yang berlaku.

Program Makmur dan Pendampingan Hulu-Hilir

Selain memastikan ketersediaan pupuk, Pupuk Indonesia mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui Program Makmur. Program ini menekankan pendampingan budidaya terintegrasi, mulai dari akses agroinput dan penerapan praktik budidaya yang baik hingga dukungan pembiayaan serta akses pasar lewat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pendekatan itu dinilai bisa menjadi salah satu model penguatan ekosistem budidaya bawang putih dari hulu hingga hilir. Bagi petani, kepastian pasokan pupuk dan pendampingan teknis menjadi kunci untuk menaikkan hasil panen sekaligus memperbaiki margin usaha.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks