Pencarian

iPhone Duo Foldable Resmi Debut, Android Diminta Waspada Gelombang Copycat

Minggu, 13 September 2026 • 20:02:31 WIB
iPhone Duo Foldable Resmi Debut, Android Diminta Waspada Gelombang Copycat
iPhone Duo resmi debut dengan layar matte yang menekan lipatan nyaris tak terlihat.

Apa yang Ditawarkan iPhone Duo

SUMATERA SELATAN — Dari sisi hardware, iPhone Duo tidak menghadirkan terobosan baru dibanding foldable Android yang sudah beredar. Layar matte-nya jadi perhatian utama karena mampu menekan tampilan visual lipatan (crease) hingga nyaris tak terlihat.

Layar itu tidak sepenuhnya sempurna. Titik glossy di atas kamera selfie langsung menarik perhatian, mengingat teknologi kamera under-display selama ini dinilai punya nilai guna yang meragukan.

Bobot dan ketebalan iPhone Duo tercatat lebih berat dibanding hampir semua foldable Android saat ini. Selisihnya tidak terlalu jauh, jadi masih kompetitif di kelasnya.

Software: Split-Screen hingga Navigasi Sidebar

Di sisi software, fitur split-screen iPhone Duo terlihat mirip dengan Pixel Fold. Bedanya, kedua sisi layar diperlakukan sebagai area independen secara default, sehingga pengguna bisa kembali ke homescreen untuk membuka aplikasi lain.

Fitur menempatkan jendela video di atas aplikasi lain dinilai lebih rapi dibanding opsi split-screen atau picture-in-picture di Android. Meski begitu, ini bukan terobosan besar.

Yang paling mencolok justru animasi saat perangkat dibuka atau ditutup, plus pendekatan navigasi baru. Apple memindahkan kontrol aplikasi dan status bar ke sisi layar, bukan lagi di atas dan bawah seperti yang berlaku selama ini.

Pendekatan ini menjawab masalah ruang vertikal yang selama ini dikorbankan foldable Android demi bar atas dan bawah. Tapi secara estetika, tampilannya dinilai kurang seimbang.

Apple Tidak Menemukan Ulang Foldable

Selama bertahun-tahun muncul spekulasi bahwa Apple akan memecahkan formula foldable yang belum ditemukan brand Android. Berdasarkan apa yang ditampilkan sejauh ini, hal itu tidak terjadi.

Pengalaman inti iPhone Duo sama dengan foldable Android, hanya berbasis iOS. Android sudah "benar" dalam membangun pengalaman dasar ini, dan kini semua pihak punya kesempatan berpikir ke mana arah selanjutnya.

Pola ini mengingatkan pada kasus app drawer. Android lebih dulu benar, lalu Apple membawa versinya sendiri dengan ide inti sama tapi eksekusi berbeda.

Kekhawatiran Soal Gelombang Copycat

Yang jadi kekhawatiran adalah kemungkinan produsen Android buru-buru meniru apa yang Apple tampilkan di iPhone Duo. Padahal, belum ada elemen yang benar-benar layak ditiru, kecuali mungkin animasi buka-tutup tadi.

Setup sidebar, misalnya, memang mengakui masalah nyata form factor ini. Smartphone modern semuanya tinggi dan sempit, sehingga desain lebar jarang dipikirkan developer. Dengan memindahkan semuanya ke sisi, Apple menawarkan solusi atas kurangnya ruang konten.

Namun solusi itu belum tentu tepat. Keputusan UI ini disebut berpotensi menyulitkan pengguna yang terbiasa dengan tata letak vertikal.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran iPhone Duo berpotensi mendorong brand Android lokal dan global untuk mempercepat inovasi di segmen foldable yang harganya masih premium. Keputusan Apple soal navigasi sidebar dan layar matte akan jadi sinyal apakah industri akan meniru, menolak, atau mencari jalan ketiga.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks