SUMATERA SELATAN — Apple merilis AirPods Pro 2 pada 2022, lalu memperbarui portnya ke USB-C pada 2023. Hampir empat tahun berjalan, earbuds ini masih dipakai harian oleh reviewer yang sudah mencoba lebih dari 30 pasang TWS, dari Sennheiser Momentum 5 True Wireless sampai EarFun Air Pro 4+. Alasannya bukan nostalgia, melainkan tiga hal yang jarang ditemukan sekaligus dalam satu produk.
Tiga Alasan AirPods Pro 2 Masih Sulit Ditinggalkan
Kualitas suara jadi prioritas pertama. AirPods Pro 2 dianggap mampu menyeimbangkan bass dan detail dengan baik. Pada trek indie seperti "Boyface" dari PVA, vokal echoey dan synth discordant tetap terdengar jernih tanpa menekan perkusi. Lagu berat macam "Rusty Cage" dari Soundgarden juga diputar propulsif, dengan gitar listrik dan cymbal yang tidak saling menutupi.
Kenyamanan jadi faktor kedua, khususnya bagi pemilik telinga kecil. Desain Pro 2 tanpa tonjolan seperti generasi penerusnya membuatnya lebih ramah untuk pemakaian berjam-jam. Reviewer mengaku tidak bisa memakai AirPods Pro 3 karena bentuknya menekan tulang rawan telinga.
Faktor ketiga adalah kemudahan pakai. Wear detection dan multipoint yang mulus antar iPhone, MacBook, dan iPad jadi standar minimum yang sulit dicari di earbuds non-Apple. Karena dirancang untuk ekosistem Apple, perpindahan antar perangkat terjadi tanpa perlu pairing ulang.
Bukan Berarti Tanpa Saingan
Sejumlah earbuds lain tetap direkomendasikan untuk kualitas suara, termasuk Sennheiser Momentum 5 True Wireless, Status Audio Pro X, EarFun Air Pro 4+, Samsung Galaxy Buds 4 Pro, dan CMF Buds 2 Pro untuk kelas hemat. Masing-masing punya karakter berbeda: Samsung cenderung lebih bassy, EarFun lebih detail.
Bose QuietComfort Ultra Earbuds Gen 2 dan Sony WF-1000XM6 juga dianggap bukan pilihan otomatis. Menurut reviewer, Galaxy Buds 4 Pro melakukan hal yang sama dengan QC Ultra tetapi lebih baik, sementara AirPods Pro 2 mengungguli XM6 pada fungsi yang sama.
Untuk kenyamanan, masalahnya benar-benar bergantung bentuk telinga. Beberapa model yang terdengar bagus justru menyakitkan setelah dipakai lama, termasuk Status Audio Pro X, AKG Hybrid N5, Sennheiser Momentum 5 True Wireless, dan AirPods Pro 3.
Kelemahan yang Diakui
Baterai jadi satu-satunya catatan serius. Setelah tiga tahun pemakaian, AirPods Pro 2 perlu diisi ulang hampir setiap dua hari. Reviewer mengaku tidak terlalu terganggu karena kebiasaan mengisi earbuds bersamaan dengan mengisi ponsel.
Fitur baru masih mengalir berkat chip H2 di dalamnya, jadi earbuds ini belum sepenuhnya tertinggal dari sisi software.
Harga dan Ketersediaan
AirPods Pro 2 masih dijual di Amazon AS, baik unit baru maupun refurbished. Di Inggris, unit refurbished tersedia lewat BackMarket. Harga resmi Apple untuk Pro 2 berada di kisaran US$249 (sekitar Rp 4,1 juta), tetapi harga diskon dan unit refurbished kerap jauh lebih murah.
Bagi pembeli di Indonesia, jalur yang paling aman adalah toko resmi Apple atau distributor authorized, karena unit refurbished dari luar negeri umumnya tidak membawa garansi resmi lokal.
Cocok untuk Siapa
AirPods Pro 2 paling masuk akal untuk pengguna iPhone, iPad, atau Mac yang menginginkan earbuds dengan ANC kuat, suara seimbang, dan koneksi antar perangkat yang mulus. Kalau telinga Anda kecil dan beberapa earbuds terasa sakit, Pro 2 layak dicoba sebelum melirik Pro 3.
Untuk pengguna Android atau mereka yang butuh daya tahan baterai lebih panjang, earbuds lain di daftar rekomendasi di atas bisa jadi pilihan lebih bijak.