Pencarian

590 Titik Panas Masih Berstatus Medium di Sumatera Selatan, Polda Sumsel Perkuat 1.000 Personel dan Siagakan 20 Posko Karhutla

Senin, 07 September 2026 • 13:16:02 WIB
590 Titik Panas Masih Berstatus Medium di Sumatera Selatan, Polda Sumsel Perkuat 1.000 Personel dan Siagakan 20 Posko Karhutla
titik panas berstatus medium terpantau di Sumatera Selatan melalui satelit BRIN pada Jumat (4/9/2026).

PALEMBANG — Sebanyak 648 titik panas terdeteksi menyelimuti wilayah Sumatera Selatan berdasarkan pemantauan satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terintegrasi dalam aplikasi Sistem Terpadu Operasi Karhutla (Stop Karhutla) Polda Sumsel, Jumat (4/9/2026). Data itu menjadi dasar aparat mempercepat langkah preventif sebelum api meluas ke lahan gambut.

Mayoritas titik panas, yakni 590 titik, berada pada tingkat kepercayaan menengah (medium), sementara 58 titik lainnya berstatus rendah (low). Tidak ada satupun titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high) yang tercatat dalam pantauan tersebut.

Penambahan Personel untuk Verifikasi Lapangan dan Patroli Preventif

Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso menegaskan penambahan kekuatan merupakan langkah cepat untuk menyesuaikan kemampuan operasional dengan dinamika di lapangan. Personel tambahan difokuskan untuk memperkuat pengawasan di 20 posko siaga yang tersebar pada lima satuan wilayah (Satwil).

“Penambahan kekuatan merupakan langkah cepat Polda Sumsel dalam menyesuaikan kemampuan operasional dengan dinamika di lapangan,” ujar Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Ratusan personel tambahan itu diarahkan untuk mempercepat verifikasi lapangan atau ground check terhadap informasi titik panas. Selain itu, mereka juga bertugas melakukan patroli preventif serta pemadaman sedini mungkin apabila ditemukan api di lokasi.

Armada Khusus Disiapkan untuk Medan Gambut yang Sulit Dijangkau

Mobilitas personel menuju kawasan rawan didukung sarana operasional khusus. Armada taktis perairan dari Ditpolairud serta kendaraan roda dua dari Samapta dan Brimob disiapkan untuk menjangkau lokasi dengan karakteristik medan sulit, termasuk wilayah lahan gambut yang kerap tidak bisa diakses kendaraan darat biasa.

Kesiapsiagaan personel dilakukan selama 24 jam penuh. Strategi ini ditempuh untuk mencegah potensi kebakaran berkembang dan memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat, terutama kabut asap yang bisa mengganggu aktivitas warga dan transportasi.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: palpres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks