Pencarian

Warga Talang Kelapa Banyuasin Pertanyakan Sensus Ekonomi 2026, Petugas Diduga Hanya Tempel Stiker Tanpa Wawancara

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:16:31 WIB
Warga Talang Kelapa Banyuasin Pertanyakan Sensus Ekonomi 2026, Petugas Diduga Hanya Tempel Stiker Tanpa Wawancara
Warga Kelurahan Tanahmas Indah mempertanyakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena petugas diduga hanya menempelkan stiker tanpa melakukan wawancara pendataan.

BANYUASIN — Keluhan ini antara lain muncul dari Kelurahan Tanahmas Indah. Warga menilai pemasangan stiker tanpa disertai penggalian informasi membuat tujuan pembaruan data menjadi sia-sia, terutama jika perubahan pekerjaan dan pendapatan keluarga tidak tercatat.

Salah seorang warga, Rosadi, mengaku petugas yang datang ke rumahnya pada Sabtu (22/8/2026) hanya memperkenalkan diri sebagai petugas sensus. Proses pendataan berlangsung singkat dan langsung diakhiri dengan penempelan stiker di pintu rumah.

Menurut Rosadi, istrinya tidak mendapatkan pertanyaan apa pun mengenai jumlah anggota keluarga, pekerjaan, atau penghasilan. Padahal, ia sempat menyampaikan bahwa dirinya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan yang tidak menentu.

"Petugas hanya menempel stiker, tetapi data keluarga tidak ditanyakan secara lengkap," ujar Rosadi di Talang Kelapa.

Informasi Penting Tidak Digali Petugas

Rosadi menilai informasi mengenai perubahan pekerjaan dan pendapatan sangat penting untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara aktual. Ia juga mengaku mendapat penjelasan bahwa pendataan yang dilakukan sebelumnya kerap menggunakan data lama pada proses berikutnya.

"Jangan hanya datang, menempel stiker, lalu dianggap sudah selesai mendata," kata Rosadi.

Identitas Petugas Dipertanyakan

Keluhan serupa disampaikan Ani, warga lainnya. Ia menyebut petugas yang datang hanya menanyakan nama anggota keluarga sebelum memasang stiker. Informasi seputar pekerjaan dan kondisi ekonomi keluarga tidak pernah ditanyakan. Ani juga menyayangkan petugas tidak memperkenalkan identitas secara jelas saat bertugas.

"Saya hanya ditanya nama anggota keluarga, setelah itu petugas menempelkan stiker dan langsung pergi," ujar Ani.

Aktivis Dorong Evaluasi dan Pengawasan Ketat

Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuasin mengevaluasi pelaksanaan pencacahan di lapangan. Ia menegaskan akurasi hasil sensus sangat bergantung pada proses pengumpulan data dari rumah ke rumah. Jika informasi tidak digali dan diperbarui secara tepat, data yang dihasilkan dikhawatirkan tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Ia pun mendorong penguatan pengawasan terhadap petugas serta membuka ruang bagi warga untuk melaporkan proses pencacahan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Dengan begitu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi pijakan kebijakan yang tepat sasaran.

Respons BPS Banyuasin

Menanggapi laporan tersebut, Kasubbag Umum BPS Banyuasin, Yeni Oktavia, menyatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi dan pengecekan langsung ke lapangan. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan petugas jenjang kecamatan untuk memverifikasi temuan warga.

"Saya konfirmasi dulu dengan PJ Kecamatan. Jika nanti berkenan, mari bersama-sama cross-check ke lapangan, Pak, menemui respondennya," kata Yeni melalui pesan WhatsApp.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halopos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks