Pencarian

BRIN Kembangkan Grafit Artifisial dari Limbah Batu Bara untuk Baterai EV, Kesiapan Struktur Capai 96,8 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 • 13:05:32 WIB
BRIN Kembangkan Grafit Artifisial dari Limbah Batu Bara untuk Baterai EV, Kesiapan Struktur Capai 96,8 Persen
Peneliti BRIN menunjukkan purwarupa kendaraan listrik yang memanfaatkan material baterai hasil riset dalam negeri.

SUMATERA SELATAN — Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan pengembangan material masa depan ini berada di sektor hulu, sejalan dengan riset baterai Li-ion generasi 5V yang tengah dimatangkan institusinya. Grafit artifisial dari limbah batu bara dinilai menjadi alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku baterai, sekaligus memberi nilai tambah pada limbah industri energi yang selama ini jarang dioptimalkan.

"Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara," kata Arif dalam keterangan yang dikutip dari Antara.

Purwarupa EV yang Jadi Ujung Tombak Uji Material

Hasil riset material ini tidak berhenti di laboratorium. BRIN telah mengaplikasikan pengembangan baterainya pada sejumlah purwarupa kendaraan listrik, seperti MEVI DELL-E dalam varian I-Seater dan O-Seater, serta E-TRIGO—kendaraan roda tiga yang dirancang untuk kebutuhan niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Di luar kendaraan murni listrik, BRIN juga mematangkan sistem konversi hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan controller. Teknologi ini disebut mampu menekan konsumsi BBM hingga 20–40 persen. Adapun untuk konversi motor listrik, BRIN memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding membeli unit baru.

Insentif Satu Juta Motor Listrik: Peluang Besar bagi Industri Lokal

Riset BRIN ini beririsan langsung dengan kebijakan pemerintah yang tengah menyiapkan insentif besar-besaran untuk industri motor listrik nasional. Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan menyatakan akan memberikan insentif signifikan bagi perusahaan yang mampu memproduksi satu juta motor listrik buatan lokal.

"Hari ini kita akan memberikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo.

Kebijakan ini dirancang untuk menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi konsumsi BBM impor, sekaligus membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purna jualnya. Prabowo bahkan memproyeksikan biaya operasional motor listrik bisa ditekan hingga 70 persen lebih hemat dibanding motor bensin.

Hemat hingga 50 Persen: Hitungan Ekonomi untuk Konsumen

Dari sisi pengguna, Presiden memperkirakan pengeluaran harian untuk transportasi bisa turun drastis. "Penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka, kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," tutur Prabowo.

Dengan ekosistem baterai yang mulai terbentuk dari hulu—termasuk riset grafit artifisial BRIN—hingga hilir berupa pabrik perakitan, Indonesia disebut memiliki unsur lengkap untuk pengembangan kendaraan listrik secara mandiri. Kendati demikian, komersialisasi grafit artifisial dari limbah batu bara ini masih menunggu skala produksi dan uji durabilitas lebih lanjut sebelum bisa dipakai massal pada baterai kendaraan yang dijual ke publik.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks