PALEMBANG — Bank Indonesia dan Kementerian Agama memperluas jangkauan edukasi kebanksentralan ke lingkungan madrasah di Sumatera Selatan. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepahaman Kick off Program Edukasi Kebanksentralan oleh Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono dan Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan pada Rabu (12/8).
Kolaborasi ini tidak hanya menyentuh literasi keuangan dasar, tetapi juga mendorong digitalisasi pembayaran di lingkungan sekolah. Materi yang disiapkan bersifat praktis dan aplikatif, termasuk pemanfaatan transaksi digital QRIS di kantin madrasah serta perlindungan konsumen bagi pelajar.
Jangkauan Program Mencapai Ribuan Lembaga Pendidikan
Program ini memiliki sasaran yang sangat luas di Sumatera Selatan. Data Kemenag mencatat ada 94 madrasah negeri yang terdiri dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah, serta 1.380 madrasah swasta yang akan menerima edukasi ini.
Selain itu, sebanyak 725 pondok pesantren yang telah mengantongi izin operasional juga menjadi target sinergi ini. Total keseluruhan mencapai 2.199 lembaga pendidikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Mencetak Generasi Berakhlak dan Melek Finansial
Syafitri Irwan menilai kehadiran program dari Bank Indonesia ini menjadi penguat ekosistem pendidikan madrasah. Menurutnya, kolaborasi ini memadukan nilai-nilai akhlak dengan kecakapan finansial dalam satu kurikulum pembelajaran.
“Kehadiran program edukasi dari Bank Indonesia ini menjadi penguat ekosistem pendidikan madrasah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan yang kuat,” kata Syafitri di Palembang, Kamis.
Bekal Siswa Menghadapi Dunia Kerja dan Usaha
Bambang Pramono menjelaskan bahwa pemahaman literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini dari lingkungan sekolah. Hal ini menjadi bekal penting agar para siswa siap menghadapi dinamika ekonomi modern saat nanti memasuki dunia perkantoran maupun dunia usaha.
“Mulai dari sekolah, mereka nanti akan masuk ke dunia nyata, baik dunia perkantoran maupun dunia usaha. Dengan sinergi edukasi melalui kick off program ini, kebijakan yang kami buat dapat tertransmisikan dengan baik dan mendorong perekonomian,” ujar Bambang.
Materi edukasi yang disiapkan juga mencakup pengelolaan keuangan pribadi bagi pelajar. Kedua instansi berkomitmen melakukan koordinasi secara berkala untuk memastikan implementasi digitalisasi pembayaran dan edukasi kebanksentralan berjalan efektif di seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sumsel.