PALEMBANG — Pemkot Palembang tidak hanya mengejar kuantitas sekolah berpredikat Adiwiyata, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan lingkungan berjalan berkelanjutan. Sosialisasi yang digelar di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang ini menjadi ajang penyamaan persepsi antarinstansi agar standar baru dari Kementerian Lingkungan Hidup bisa diterapkan seragam di semua jenjang sekolah.
Kegiatan itu dihadiri para pemangku kepentingan dari sektor pendidikan dan lingkungan hidup. Fokus utamanya adalah membedah sejumlah penyempurnaan yang dihadirkan Permen LHK Nomor 5 Tahun 2025, yang menggantikan regulasi sebelumnya.
Empat Hal yang Berubah dalam Regulasi Adiwiyata Terbaru
Ada beberapa poin krusial yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut. Perubahan ini tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga memperluas peran warga sekolah dalam menjaga ekosistem.
- Mekanisme pembinaan yang lebih terstruktur bagi sekolah di setiap jenjang.
- Kriteria penilaian yang diperbarui untuk mengukur dampak nyata program di lapangan.
- Perluasan partisipasi aktif masyarakat sekolah, tidak hanya siswa dan guru, tetapi juga orang tua.
- Penekanan pada pembiasaan mengelola sampah dan merawat ekosistem sekitar secara konsisten.
Investasi Jangka Panjang Pembentukan Karakter Siswa
Program Adiwiyata diposisikan bukan sekadar ajang lomba atau kejar penghargaan. Pemkot Palembang menilai program ini sebagai instrumen strategis untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada peserta didik sejak dini.
Lewat penerapan budaya ramah lingkungan di sekolah, para siswa dibiasakan menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar. Kebiasaan kecil ini diyakini berdampak besar ketika mereka tumbuh dewasa dan menghadapi tantangan krisis ekologi global.
Target Besar Pemkot Palembang untuk Sekolah Berwawasan Lingkungan
Pemerintah daerah berharap jumlah sekolah berwawasan lingkungan di Palembang terus meningkat setiap tahunnya. Namun, target utama dari kebijakan ini adalah terciptanya ekosistem belajar yang sehat, nyaman, dan edukatif bagi seluruh warga sekolah.
Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua menjadi kunci utama. Investasi karakter melalui pendidikan lingkungan hidup dinilai mampu melahirkan generasi masa depan yang tangguh, sekaligus mendorong terwujudnya kota yang bersih dan hijau.