MUSI RAWAS — Penolakan ini disampaikan langsung oleh Pemerintah Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu melalui surat resmi yang diterima Korwil SPPG Kabupaten Musi Rawas. Sejak surat tersebut masuk, distribusi MBG di dua desa itu pun dihentikan sementara dan berlangsung sekitar dua pekan terakhir.
"Seluruh persoalan ini akan kami evaluasi, kami akan menelusuri kebenarannya, mulai dari pihak sekolah hingga pemerintah desa yang menyampaikan penolakan tersebut," ujar Korwil SPPG Kabupaten Musi Rawas, Tommy, Rabu (5/8/2026).
Tommy menegaskan, sanksi baru akan dijatuhkan apabila hasil evaluasi internal membuktikan adanya pelanggaran prosedur. Sekolah di luar dua desa yang tidak menyampaikan penolakan tetap menerima distribusi MBG seperti biasa.
Kronologi Temuan dan Klarifikasi Dapur SPPG
Video yang merekam cacing hidup di sela-sela daun selada dan ulat pada oseng tempe buncis ini sebenarnya terjadi pada Jumat (24/7/2026) lalu. Namun, unggahan tersebut kembali beredar luas di media sosial dan memicu protes orang tua siswa.
Kepala SPPG Haza Al-Zein, Septa Arya Nugraha, mengakui seluruh bahan pangan yang diterima berasal dari supplier terpilih. Meski begitu, ia tidak memungkiri bahwa sayur dan buah merupakan produk alami yang masih mungkin membawa organisme dari lingkungan saat panen.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Setiap laporan kami jadikan evaluasi serius sesuai SOP yang berlaku," ujarnya.
Mengapa Cacing dan Ulat Bisa Lolos ke Piring Siswa?
Septa menjelaskan, standar operasional dapur sebenarnya mewajibkan tiga tahap pengolahan sayuran, yakni sortir, pencucian bersih, dan pengecekan ulang. Namun, kejadian ini membuktikan pengawasan di tahap akhir masih belum maksimal.
"Fokus perbaikan ada di tahap pencucian, penyortiran, dan cek akhir sebelum makanan dikemas dan dikirim ke sekolah," kata Tommy menambahkan.
Pihak SPPG berkomitmen memperketat pengawasan di setiap proses produksi. Mereka juga membuka ruang kritik bagi sekolah, orang tua, dan penerima manfaat untuk mencegah kasus serupa terulang.
Monitoring Berkala dan Tindak Lanjut
Tommy menyebut dapur Haza Al-Zein selama ini rutin dipantau, mulai dari penerimaan bahan hingga distribusi. Namun, laporan ini tetap menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penyalur MBG di wilayah tersebut.
"Begitu menerima informasi tersebut, kami langsung memberikan teguran kepada pihak dapur SPPG selaku penyalur MBG," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum dapat memastikan jumlah sekolah terdampak. Data yang diterima Korwil masih diverifikasi ulang sebelum menentukan langkah selanjutnya.