PALEMBANG — Yayasan Aziziah resmi memperkenalkan program pendidikan tahun ajaran 2026/2027 kepada para orang tua dan wali calon peserta didik. Sosialisasi yang digelar di Graha Sulthon Aulia, Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (5/7/2026) itu berfokus pada pembentukan karakter anak sejak dini hingga jenjang menengah atas.
Ketua Yayasan Aziziah, Edi Sukarno, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas penerimaan murid baru. Pihaknya ingin memastikan para orang tua memahami betul sistem pembelajaran yang akan dijalani anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di lingkungan sekolah dan pesantren.
"Kami memberikan informasi mengenai visi, misi, kurikulum, dan program unggulan sekolah dan pesantren. Diharapkan, para orang tua/wali memperoleh pemahaman yang baik mengenai program pendidikan di lingkungan sekolah dan pesantren," ujar Edi Sukarno.
Target Capaian: Anak Saleh, Berilmu, dan Berakhlakul Karimah
Edi menjelaskan, melalui program pendidikan yang dirancang tersebut, pihaknya menargetkan peserta didik mampu tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Target utama pembentukan karakter itu mencakup aspek religiusitas, intelektualitas, dan kemandirian.
"Menjadi anak yang saleh, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta mandiri. Sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan, membanggakan orang tua dan meraih sukses dunia dan akhirat," tuturnya.
Ketua DPW LDII Sumatera Selatan sekaligus Ketua Ponpes Al-Fatah, Rahmatullah Al Hasaniy, menambahkan bahwa pendidikan di yayasan ini tidak hanya berhenti pada jenjang sekolah menengah. Para santri diarahkan untuk melanjutkan pendidikan formal hingga jenjang sarjana.
29 Karakter Luhur Jadi Fondasi Pendidikan
Rahmatullah menyebut, nilai utama yang ditanamkan kepada peserta didik adalah akhlakul karimah yang dijabarkan melalui 29 karakter luhur. Penguatan karakter ini menjadi dasar dalam setiap jenjang pembelajaran, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
"Kita berusaha mengintegrasikan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia dalam setiap jenjang pembelajaran. Hal ini bisa dijalankan dengan membangun dan mengelola lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah, termasuk konsep boarding school, seperti yang ada di Yayasan Aziziah ini," ujar Rahmatullah.
Konsep boarding school atau sekolah berasrama itu dinilai menjadi salah satu keunggulan utama. Selain memudahkan pengawasan, sistem ini memungkinkan pembentukan karakter berjalan lebih intensif karena peserta didik tinggal di lingkungan yang terkontrol.
Keseimbangan Akademik dan Non-Akademik
Kepala SMA Aziziah, Wildan Sholih, mengungkapkan bahwa pengembangan peserta didik tidak hanya berfokus pada bidang akademik. Pihaknya juga menyiapkan wadah pengembangan bakat non-akademik melalui berbagai kegiatan olahraga.
"Pengembangan bidang non akademik, melalui kegiatan olah raga, seperti sepak bola dan pencak silat," katanya.
Senada dengan itu, Kepala SMP Aziziah, Nurhamid Jaya, menyebut pihaknya telah menyiapkan program peningkatan prestasi baik akademik maupun non-akademik. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antar-bidang di lingkungan sekolah.
"Melalui kerja sama bidang kurikulum, kesiswaan, staf, dan para guru," pungkasnya.