SUMATERA SELATAN — Veda Ega Pratama menegaskan tidak menjadikan Hakim Danish sebagai satu-satunya target di Moto3 Mandalika 2026. Pembalap Indonesia itu ingin mengalahkan seluruh rival tanpa memandang asal negara, termasuk saat bersaing ketat di klasemen dengan koleksi 105 poin.
Veda Ega Pratama menyampaikan sikap itu ketika ditanya soal kemungkinan persaingan pribadi dengan pembalap sesama Asia Tenggara. Saat ini ia dan Hakim Danish sama-sama mengumpulkan 105 poin di klasemen Moto3.
Pembalap yang menjalani musim debut ini menolak membatasi ambisinya pada satu nama. Baginya, setiap pembalap di grid adalah lawan yang harus dikalahkan.
"Kalau saya sendiri, saya mau ngalahin semua pembalap sih. Nggak mau tahu itu dari Asia, dari Eropa, atau dari mana," ujar Veda saat ditemui di Jakarta, Senin (5/10).
Finis di Zona Poin Jadi Target Sejak Awal Musim
Veda mengaku musim perdananya berjalan sesuai rencana. Target utama yang dipasang sejak awal tahun adalah finis di zona poin secara konsisten.
Hasil terbaru menambah kepercayaan dirinya. Ia menyebut pencapaian itu sekaligus mencatatkan namanya sebagai rider Honda pertama yang meraih poin.
"Ya, sebenarnya bisa lebih baik, cuman ya memang dari awal tahun target saya bisa finis di zona poin terus ya. Kemarin Alhamdulillah bisa dapat poin, finis, dan juga jadi rider Honda yang pertama," kata Veda.
Tanpa Beban Berlebih di Depan Suporter Sendiri
Menghadapi Mandalika, Veda memilih tidak memasang target muluk. Ia lebih fokus pada finis bersih tanpa terjatuh.
"Target saya bisa finis gak jatuh dan saya gak mau ngasih pressure ke diri saya sih. Semoga saja dapat hasil yang bagus," ujarnya.
Pendekatan itu sejalan dengan arahan tim. Sebagai pembalap tahun pertama, Veda diminta memperbanyak pengalaman dan mengumpulkan data untuk persiapan musim depan.
"Kalau dari tim karena mungkin saya tahun pertama dan masih harus banyak belajar cari pengalaman, targetnya cuma disuruh finis saja yang penting, karena untuk cari data buat tahun depan," tutur Veda.
Modal Pengalaman di Sirkuit Mandalika
Veda mengaku sudah tidak sabar membalap di Mandalika. Ia menyebut pengalaman sebelumnya di sirkuit tersebut menjadi bekal berharga saat tampil di depan suporter Indonesia.
Dengan 105 poin yang setara Hakim Danish, persaingan di klasemen masih terbuka. Hasil di Mandalika bisa menentukan posisi keduanya menjelang sisa musim.