Pencarian

BYD Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris Indonesia, Fokus Berikutnya Optimalkan Pabrik

Jumat, 16 Oktober 2026 • 17:33:02 WIB
BYD Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris Indonesia, Fokus Berikutnya Optimalkan Pabrik
BYD mencatat penjualan ritel 7.421 unit pada September 2026 dan masuk tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia.

SUMATERA SELATAN — BYD menembus posisi tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia dengan penjualan ritel 7.421 unit pada September 2026, menggeser Suzuki, Mitsubishi, dan Honda. Pencapaian ini membuat BYD menjadi satu-satunya merek China yang masuk jajaran elite pasar otomotif nasional. Setelah memiliki pabrik sendiri, BYD kini menghadapi tantangan baru: memaksimalkan kapasitas produksi 10.000 unit per bulan.

Keberhasilan BYD menembus tiga besar tidak lepas dari strategi penetrasi pasar yang agresif sejak masuk Indonesia. Pada periode yang sama, Toyota masih memimpin dengan 21.648 unit penjualan ritel, disusul Daihatsu dengan 12.317 unit. BYD berada di posisi ketiga dengan selisih cukup jauh di atas Suzuki yang mencatat 5.625 unit.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa target perusahaan ke depan bukan sekadar mengejar posisi penjualan. Fokus utama kini beralih ke optimalisasi fasilitas produksi yang sudah beroperasi di dalam negeri.

Pabrik Berkapasitas 10.000 Unit per Bulan Jadi Kunci

Fasilitas manufaktur BYD di Indonesia memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 unit per bulan. Angka ini baru sebagian kecil yang termanfaatkan, mengingat penjualan ritel bulanan BYD berada di kisaran 7.000-an unit.

"BYD kan kita secara bisnis sekarang udah punya manufaktur. Artinya tuntutan beban paling besar adalah untuk memenuhi production capacity yang ada. Artinya kalau ditanya, target kita adalah sebesar mungkin mengoptimalkan, meng-upgrade signifikan fasilitas yang ada," kata Luther kepada wartawan di Jakarta.

Luther menambahkan bahwa peningkatan utilisasi pabrik akan dilakukan secara bertahap. Perusahaan juga masih membaca dinamika pasar untuk menentukan produk apa saja yang layak diproduksi secara lokal.

"Saat ini fasilitas kita mampu memproduksi up to 10.000 unit per bulan. Artinya, kami akan fokus untuk mengoptimalkan fasilitas itu. Walaupun memang ini kan bertahap ya, karena ini masih baru awal, baru diresmikan, tentunya kita juga harus sambil membaca bagaimana market, sehingga menentukan produk-produk yang sesuai yang kita bisa produksi di fasilitas itu," tambahnya.

Penjualan Wholesales dan Ritel September 2026

Data wholesales September 2026 menunjukkan BYD berada di posisi ketiga dengan 6.031 unit, di bawah Toyota (21.877 unit) dan Daihatsu (11.558 unit). Pada jalur ritel, posisi BYD justru lebih kuat dengan 7.421 unit, menandakan permintaan konsumen langsung yang sehat.

Berikut daftar lima besar merek terlaris berdasarkan penjualan ritel September 2026:

  • Toyota: 21.648 unit
  • Daihatsu: 12.317 unit
  • BYD: 7.421 unit
  • Suzuki: 5.625 unit
  • Mitsubishi Motors: 4.515 unit

Merek China lain yang masuk 20 besar adalah Jaecoo (3.400 unit), Geely (2.023 unit), Wuling (2.074 unit), VinFast (679 unit), Xpeng (535 unit), iCar (500 unit), Chery (466 unit), Jetour (411 unit), dan Aion (403 unit).

Ambisi Jadi Merek Otomotif Teratas di Indonesia

BYD tidak menyembunyikan ambisi untuk menjadi merek otomotif nomor satu di Indonesia. Namun Luther menegaskan bahwa jalur menuju posisi itu bukan hanya soal volume penjualan, melainkan penguatan produksi lokal dan pengembangan ekosistem kendaraan energi baru.

"BYD kalau bisa harapannya menjadi top. Bukan hanya di EV, tapi juga di seluruh brand automotive yang ada. Namun ya kita (sekarang) fokus kepada utilisasi fasilitas yang ada, fokus memberikan produk-produk terbaik, dan yang terakhir mungkin juga kita fokus mengembangkan ekosistem. Ini adalah komitmen kami," tukas Luther.

Langkah BYD mengoptimalkan pabrik dalam negeri sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong produksi lokal untuk kendaraan listrik. Dengan kapasitas 10.000 unit per bulan, pabrik BYD berpotensi menjadi tulang punggung pasokan untuk pasar domestik sekaligus basis ekspor ke negara tetangga.

Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum penjualan di tengah persaingan yang semakin ketat. Sejumlah merek China lain seperti Jaecoo, Geely, dan Xpeng terus menggencarkan ekspansi, sementara pemain Jepang seperti Toyota dan Daihatsu belum menunjukkan tanda-tanda kehilangan dominasi.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks