PRABUMULIH — Suasana Pendopoan Rumdin Wali Kota Prabumulih berubah menjadi tribun penonton saat laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol bergulir. Wali Kota H. Arlan dan Sekda H. Elman memilih duduk di tengah warga, bukan di kursi khusus.
Nobar yang dimulai sejak pukul 01.00 WIB itu berlangsung meriah. Para penonton, termasuk pejabat daerah, larut dalam sorak-sorai setiap kali tim favorit mereka mencetak peluang atau gol.
Momen Kebersamaan di Tengah Pesta Sepak Bola Dunia
Menurut H. Arlan, kegiatan ini bukan sekadar tontonan. “Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nobar semacam ini sengaja digelar untuk menghadirkan ruang interaksi yang cair antara pemerintah dan warga. Tidak ada sekat VIP atau undangan khusus—semua tamu duduk berdampingan.
Respons Warga: Antusiasme Tak Terbendung Meski Dini Hari
Sekda Pemkot Prabumulih H. Elman mengaku terkejut dengan jumlah warga yang hadir. “Pemerintah Kota Prabumulih ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat. Alhamdulillah respons warga sangat luar biasa,” kata Elman.
Ia menilai antusiasme itu membuktikan bahwa sepak bola adalah olahraga yang menyatukan berbagai lapisan. Beberapa warga terlihat membawa atribut tim favorit, dari jersey Argentina hingga bendera Spanyol.
Pemkot Prabumulih: Nobar Jadi Tradisi Tahunan?
H. Arlan menyiratkan bahwa kegiatan serupa bisa diulang pada turnamen besar berikutnya. “Semoga kegiatan seperti ini terus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Belum ada kepastian apakah nobar final Piala Dunia akan menjadi agenda rutin Pemkot Prabumulih. Namun, dengan antusiasme yang terlihat, warga tampaknya berharap tradisi ini berlanjut.