SEKAYU — Herryandi Sinulingga, AP, secara tegas membantah memiliki atau menggunakan nomor tersebut untuk keperluan apa pun. Ia menegaskan bahwa segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan dirinya dari nomor itu adalah palsu dan murni tindakan kriminal.
"Saya tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk keperluan apa pun, terlebih untuk meminta data pribadi, menjanjikan sesuatu, atau meminta sejumlah uang terkait urusan kedinasan. Saya meminta masyarakat untuk tidak memercayai segala bentuk pesan yang dikirimkan oleh nomor tersebut," tegas Sinulingga dalam siaran pers yang diterima redaksi, baru-baru ini.
Modus Pelaku: Janji Proyek hingga Minta Biaya Administrasi
Berdasarkan laporan yang dihimpun Disnakertrans Muba, pelaku mengirimkan pesan WhatsApp dengan modus meminta data pribadi, menjanjikan lowongan kerja atau proyek tertentu, hingga meminta sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau koordinasi. Semua permintaan itu, menurut Sinulingga, tidak pernah menjadi prosedur resmi dinasnya.
Untuk mengantisipasi meluasnya korban, Disnakertrans Muba mengeluarkan instruksi tegas kepada masyarakat. Pertama, jika dihubungi nomor tersebut, segera lakukan pemblokiran dan jangan memberikan respons apa pun. Kedua, jangan memberikan uang atau data pribadi karena seluruh permintaan yang mengatasnamakan kepala dinas lewat nomor itu adalah penipuan.
Kanal Resmi dan Langkah Hukum
Disnakertrans Muba memastikan bahwa seluruh informasi resmi mengenai lowongan kerja, pelatihan, dan administrasi kedinasan hanya disebarluaskan melalui kanal komunikasi resmi milik instansi tersebut. Masyarakat diminta tidak merujuk pada sumber tidak resmi, termasuk pesan dari nomor pribadi yang mengaku sebagai pejabat.
Bagi warga atau mitra yang sudah terlanjur menjadi korban, Disnakertrans Muba menyarankan untuk segera mengumpulkan seluruh bukti percakapan dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Langkah ini ditempuh agar pelaku dapat diproses secara hukum dan tidak kembali merugikan masyarakat luas.