Dalam pemaparannya, Ahmad Wazir Noviadi yang akrab disapa Ovi menyebut tantangan bangsa saat ini tidak hanya soal ekonomi atau dinamika global. Ia menekankan derasnya arus informasi yang berpotensi memecah persatuan jika tidak disikapi bijak.
“Empat Pilar MPR RI bukan hanya materi sosialisasi, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Dengan memahami Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat menjaga persatuan serta memperkuat ketahanan bangsa,” ujar Ovi.
Politikus itu mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah maraknya informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Bantuan PIP untuk Pelajar SD: Investasi Masa Depan
Pada kesempatan yang sama, Ovi menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada sejumlah siswa sekolah dasar. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan anak-anak tetap semangat belajar dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” katanya.
Penyaluran PIP ini disambut antusias warga. Bantuan itu dianggap meringankan beban orang tua dalam menyekolahkan anak di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.
Dialog Warga: Menjaga Persatuan di Era Digital
Kegiatan sosialisasi berlangsung dua arah. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan terkait tantangan menjaga persatuan di era digital, khususnya soal penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Ovi mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
“Terus kedepankan semangat gotong royong dan persaudaraan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Keberagaman sebagai Kekayaan Bangsa
Ovi juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Menurutnya, persatuan menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis hanya bisa tercipta jika setiap elemen bangsa saling menghormati perbedaan. Sosialisasi di Lubuk Keliat ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai tersebut langsung ke tingkat akar rumput.