PALEMBANG — Ribuan warga memadati Jembatan Ampera saat Pemerintah Kota Palembang resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi, 14 Juni 2026. Momen ini menjadi penanda awal transformasi kawasan ikonik tersebut menjadi ruang publik bebas kendaraan bermotor secara berkala.
Program ini tidak lahir secara instan. Walikota Palembang Drs. H. Ratu Dewa M.Si. mengungkapkan bahwa peluncuran CFD merupakan hasil dari rangkaian uji coba panjang yang melibatkan berbagai instansi.
Uji Coba Berlapis Sebelum Resmi Diluncurkan
Menurut Ratu Dewa, proses menuju CFD resmi melalui tahapan yang tidak sederhana. “Momentum ini bukanlah perjalanan yang lahir dalam semalam. Kita semua mengetahui bahwa sebelum sampai pada hari ini, berbagai uji coba dan evaluasi telah dilakukan,” ujarnya di hadapan ribuan warga.
Ia menambahkan, berbagai tantangan mulai dari teknis lalu lintas, aspek keamanan, hingga kenyamanan masyarakat telah dihadapi bersama. Dari rentetan uji coba tersebut, muncul keyakinan bahwa Palembang siap melangkah maju dengan program ini.
Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci
Ratu Dewa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan CFD. “Ketika pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat berjalan dalam satu irama, tidak ada cita-cita besar yang mustahil untuk diwujudkan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi khusus kepada Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolrestabes Palembang beserta jajaran. Ia menilai pihak kepolisian sejak awal memberikan inisiasi, pengamanan, dan pengawalan selama proses uji coba hingga peluncuran.
Dukungan Penuh dari Gubernur Sumsel
Ratu Dewa juga berterima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru atas sinergi antara Pemkot dan Pemprov. Menurutnya, dukungan tersebut menjadikan peluncuran CFD sebagai momentum kebersamaan yang mengedepankan kepentingan publik.
Peluncuran CFD di Jembatan Ampera ini menjadi salah satu rangkaian menyambut hari jadi Kota Palembang yang ke-1.343. Warga yang hadir tampak antusias menikmati kawasan bebas kendaraan di atas jembatan kebanggaan kota tersebut.