PALEMBANG — Herman Deru menilai BKOW merupakan organisasi yang unik karena mewadahi puluhan organisasi wanita dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) masing-masing. Kondisi ini, menurut dia, menuntut kecermatan pengurus dalam mengelola organisasi yang heterogen tersebut.
"BKOW adalah organisasi yang keren karena masing-masing organisasi memiliki AD/ART sendiri dan diwadahi dalam BKOW. Saya sarankan sebelum dilantik, inventarisasi terlebih dahulu organisasi wanita apa saja yang bernaung di BKOW. Sebab, tugas dan cara kita dalam mengelola organisasi ini berbeda. Harus jeli sejak awal. Kita memilah dan memilih," ujar Herman Deru dalam keterangan yang diterima di Palembang.
53 Organisasi dengan Karakter Berbeda
Gubernur dua periode itu menekankan bahwa BKOW Sumsel membawahi 53 organisasi wanita. Jumlah anggota yang besar serta latar belakang organisasi yang beragam membutuhkan kesabaran, ketangguhan, dan kecermatan dalam pengelolaannya.
"Memang begitulah kondisi BKOW yang berisi organisasi-organisasi dengan karakter yang heterogen. Berbeda dengan organisasi yang homogen. Namun demikian, hal baik dari BKOW adalah organisasi ini beranggotakan orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang relatif setara," katanya.
Audiensi Laporkan SK Kepengurusan
Kehadiran Lidyawati Cik Ujang bersama jajaran pengurus, termasuk Meita Hipson, Lishapsari Prihartini, Krisna Dewi, Erina Suharmoko, dan Eli Siti Zailia, bertujuan melaporkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan BKOW Sumsel yang telah ditandatangani Gubernur. Mereka juga memohon kesediaan Herman Deru untuk melantik kepengurusan periode mendatang agar roda organisasi dapat segera berjalan optimal.
Dalam pertemuan itu, Herman Deru mengucapkan selamat kepada Lidyawati atas terpilihnya sebagai Ketua BKOW Sumsel, sekaligus kepada seluruh pengurus yang baru. Ia berharap BKOW Sumsel ke depan dapat menjadi wadah sinergi yang semakin kuat bagi organisasi-organisasi wanita di Sumatera Selatan.
Target: Peran Strategis Pemberdayaan Perempuan
Menurut Herman Deru, dengan manajemen yang solid dan pengelolaan yang cermat, BKOW akan mampu menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pemberdayaan perempuan serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti arahan Gubernur terkait inventarisasi organisasi anggota BKOW sebelum prosesi pelantikan kepengurusan yang baru dilaksanakan.