Pencarian

Mayjen Trenggono Ajukan Pengunduran Diri dari TNI Usai Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN

Kamis, 04 Juni 2026 • 22:22:01 WIB
Mayjen Trenggono Ajukan Pengunduran Diri dari TNI Usai Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN
Mayjen Trenggono mengajukan pengunduran diri dari TNI usai ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.

SUMATERA SELATAN — Proses administrasi pemberhentian Mayjen Trenggono sebagai prajurit TNI aktif tengah berjalan. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Nanik S Deyang, di kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6).

“Sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan berlangsung sejak kemarin,” kata Nanik.

Penunjukan Mayjen Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN merupakan bagian dari rotasi besar di tubuh lembaga tersebut. Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN pada Selasa (2/6) lalu. Nanik yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN kemudian naik menggantikan Dadan.

Alasan Keterlibatan Militer di BGN

Nanik menjelaskan latar belakang penunjukan seorang perwira aktif untuk posisi wakil kepala. Menurutnya, BGN membutuhkan sosok dengan kemampuan teritorial yang mumpuni, terutama dalam mengawal program prioritas pemerintah.

“Kenapa ada militer nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial,” ucap dia.

Sebelum menjabat di BGN, Mayjen Trenggono diketahui merupakan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Perusahaan ini bergerak di sektor pangan dan berada di bawah pengawasan BGN.

Baca Juga

Gelombang Pergantian dan Penggeledahan Kejagung

Selain mengganti Kepala BGN, Presiden Prabowo juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung pada hari yang sama. Posisi mereka kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono.

Sehari setelah pencopotan itu, pada Rabu (4/6), Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN dan sejumlah lokasi lainnya. Kejagung juga memeriksa Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Pada Rabu malam, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo mengaku sedih dengan keputusan yang terpaksa ia ambil. Ia menyebut Dadan, Sony, dan Lodewyk adalah orang-orang yang dipercaya dan disayanginya.

“Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ujar Prabowo saat memberi arahan dalam Rapat Konsolidasi Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu lalu.

Prabowo enggan berkomentar lebih jauh terkait kasus hukum yang menjerat ketiga mantan pejabat BGN tersebut. “Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi,” sambungnya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks