Pencarian

Gen LIMAS OJK Sumsel dan Komunitas Uang Kita Kemenkeu Edukasi Finansial ke Generasi Muda, 15 Persen Anak Muda Alami Defisit Bulanan

Jumat, 29 Mei 2026 • 16:38:01 WIB
Gen LIMAS OJK Sumsel dan Komunitas Uang Kita Kemenkeu Edukasi Finansial ke Generasi Muda, 15 Persen Anak Muda Alami Defisit Bulanan
Gen LIMAS OJK Sumsel dan Komunitas Uang Kita menggelar edukasi finansial untuk generasi muda di Palembang.

PALEMBANG — Sebanyak 15 persen anak muda di Indonesia tercatat mengalami kondisi pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan setidaknya satu kali dalam sebulan, menurut data Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Angka ini menjadi latar belakang digelarnya program edukasi keuangan oleh Gen LIMAS, komunitas binaan OJK Sumsel, bersama Komunitas Uang Kita oleh Kementerian Keuangan Regional Palembang di Auditorium OJK Sumsel, Selasa (26/5/2026).

Apa Isi Edukasi Finansial untuk Gen Z di Palembang?

Kegiatan yang diberi nama GESIT (Gen LIMAS Visit) ini menghadirkan dua pemateri utama. Silvia Marshanda Fernandez dari Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sumsel memaparkan langkah-langkah dasar pengelolaan keuangan, mulai dari memahami kondisi finansial pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga mempersiapkan dana darurat.

"Perencanaan keuangan yang berdampak jangka panjang bisa dimulai dengan hal sederhana seperti memahami kondisi keuangan, melakukan investasi terpercaya, mempersiapkan dana darurat, serta memastikan legalitas keuangan kita," jelas Silvia dalam pemaparannya.

Sesi kedua diisi oleh anggota Gen LIMAS, Frillyanisa Syakira Purnama, yang membahas strategi mengatur pemasukan agar generasi muda mampu menciptakan stabilitas finansial di masa depan. Materi ini disambut antusias oleh puluhan peserta yang hadir.

Mengapa Literasi Keuangan Gen Z Mendesak?

Asisten Manajer Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sumsel, Fadhilah Ramadhini, menekankan bahwa kesadaran finansial harus dimulai sejak usia muda. "Semakin kita cepat menyadari dan menyusun perencanaan sedemikian rupa maka akan semakin baik dampaknya di masa mendatang," ujarnya saat memberikan sambutan.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan tingkat literasi keuangan generasi muda masih tergolong rendah dibanding kelompok usia produktif lainnya. Rata-rata tabungan mandiri generasi Z hanya sekitar 10,17 persen dari total pendapatan, sementara sebagian besar penghasilan digunakan untuk konsumsi jangka pendek.

Bagaimana Cara Gen LIMAS Mengukur Pemahaman Peserta?

Kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah. Gen LIMAS menggelar sesi diskusi interaktif, post-test, dan permainan teka-teki silang (TTS) sebagai alat evaluasi sekaligus hiburan edukatif. Peserta yang aktif selama kegiatan berhak mendapatkan merchandise sebagai bentuk apresiasi.

President of Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen komunitasnya. "Kegiatan ini kami laksanakan sesuai dengan visi Gen LIMAS yaitu memberikan edukasi ke setiap lapisan masyarakat di Sumatera Selatan. Besar harapan kami apa yang nantinya disampaikan dapat bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir," ujar Febrin.

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Stabilitas Finansial

Ketua Komunitas Uang Kita by Kementerian Keuangan Regional Palembang, M. Rafli Alfariansyah, S.H., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan terencana.

Gen LIMAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi Zillenial di Sumatera Selatan.

Berapa Rata-rata Tabungan Gen Z per Bulan?

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan, rata-rata tabungan mandiri generasi Z hanya sekitar 10,17 persen dari total pendapatan. Artinya, dari setiap Rp 1 juta penghasilan, hanya sekitar Rp 101.700 yang disisihkan untuk tabungan.

Apa Langkah Sederhana Mengelola Keuangan bagi Pemula?

Silvia menyarankan tiga langkah awal: pertama, catat seluruh pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui kondisi finansial. Kedua, bedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum berbelanja. Ketiga, siapkan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan sebelum mulai berinvestasi.

Bagikan
Sumber: sumselmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks