Pencarian

Investasi Rp 1 Triliun di Hulu Migas Sumsel Hasilkan Efek Berganda Rp 5,43 Triliun, UMKM hingga Desa Terdampak

Jumat, 22 Mei 2026 • 13:24:01 WIB
Investasi Rp 1 Triliun di Hulu Migas Sumsel Hasilkan Efek Berganda Rp 5,43 Triliun, UMKM hingga Desa Terdampak
Investasi Rp 1 triliun di hulu migas Sumsel menghasilkan efek berganda senilai Rp 5,43 triliun.

PALEMBANG — Industri hulu migas di Sumatera Selatan tak lagi sekadar sektor ekstraktif. Data Reforminer Institute menunjukkan setiap investasi Rp 1 triliun di sektor ini memicu dampak berantai yang nilainya jauh lebih besar dari modal awal.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menyebut indeks multiplier effect industri hulu migas terus tumbuh dalam satu dekade terakhir.

“Indeks multiplier effect industri hulu migas terus tumbuh, mencerminkan besarnya peran sektor ini dalam mendorong ekonomi nasional,” ujar Komaidi dalam acara Media Training IPA Convex 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Bagaimana Investasi Migas Mengalir ke Pelosok?

Reforminer Institute mencatat sektor hulu migas nasional terkait dengan 129 industri lainnya dan menyerap 82 persen tenaga kerja di Indonesia. Artinya, setiap proyek pengeboran di Sumsel memicu pesanan katering ibu rumah tangga, jasa transportasi sopir truk lokal, hingga kontrak pengadaan bengkel kecil di pinggiran kota.

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Golkar, Cek Endra, menegaskan investasi hulu migas hingga Agustus 2025 mencapai US$ 9,38 miliar atau sekitar Rp 152,96 triliun. Proyeksi akhir tahun mencapai US$ 16,5–16,9 miliar.

“Investasi migas jangan hanya terkonsentrasi di pusat. Daerah penghasil harus merasakan dampaknya lewat lapangan kerja, industri penunjang, hingga UMKM yang tumbuh di sekitar wilayah operasi migas,” tegas Cek Endra dalam RDP SKK Migas dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (23/9/2025).

UMKM Raup Rp 35,4 Triliun dari Kontrak Migas

Sejak 2020 hingga Juli 2025, total kontribusi industri migas terhadap sektor lain mencapai Rp 650,5 triliun. Dari jumlah itu, porsi UMKM mencapai Rp 35,4 triliun.

Sektor perhotelan, transportasi, jasa boga, dan kesehatan di daerah penghasil seperti Sumsel menjadi penerima langsung efek berganda tersebut. Cek Endra menambahkan, realisasi investasi eksplorasi naik 15 persen dibanding 2024, termasuk penemuan cadangan baru di West Kalabau dan CEN-2 Deep yang mulai onstream kuartal IV 2025.

TKDN Jadi Kunci Pemerataan Ekonomi Daerah

SKK Migas menjadikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai salah satu indikator kinerja utama. Saat ini TKDN sudah mencapai 57,17 persen dari total kontrak barang dan jasa senilai US$ 5,066 miliar.

Kebijakan ini memastikan setiap proyek migas di Sumsel menggunakan produk lokal, mulai dari peralatan pengeboran hingga jasa logistik. Dampaknya, pemuda desa mendapatkan pekerjaan baru, ibu-ibu rumah tangga mendapat pesanan catering, dan sopir truk lokal kebagian kontrak angkutan.

“Perlu diketahui bahwa salah satu KPI utama SKK Migas adalah TKDN. Dampaknya sangat besar bagi perekonomian daerah,” demikian pernyataan resmi SKK Migas.

Dengan pola ini, Sumatera Selatan tidak hanya menjadi penyangga energi nasional, tetapi juga laboratorium nyata bagaimana sektor hulu migas bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Bagikan
Sumber: beritapagi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks