Pencarian

Tim DVI Identifikasi 14 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Sumut, Total Korban Tewas Jadi 19 Orang

Senin, 18 Mei 2026 • 18:34:00 WIB
Tim DVI Identifikasi 14 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Sumut, Total Korban Tewas Jadi 19 Orang
Tim DVI Polda Sumut berhasil identifikasi 14 jenazah korban kecelakaan bus ALS.

PADANG SIDEMPUAN — Proses identifikasi korban kecelakaan bus PT ALS yang terguling di jalur lintas Sumatera terus berlanjut. Hingga Senin lalu, tim DVI Polda Sumut telah berhasil mengidentifikasi 14 dari total korban yang sebelumnya belum dikenali. Penambahan angka ini membuat jumlah korban jiwa dalam insiden nahas tersebut bertambah menjadi 19 orang.

Proses Identifikasi yang Melelahkan

Proses identifikasi dilakukan dengan metode fingerprint dan odontologi (pemeriksaan gigi) bagi jenazah yang kondisinya sudah tidak utuh. Tim dokter forensik juga mengambil sampel DNA dari keluarga korban untuk memastikan kecocokan data. Sejumlah jenazah baru bisa dikenali setelah melalui tahapan antemortem dan postmortem yang ketat.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sumut menyebutkan bahwa kendala utama dalam identifikasi adalah kondisi fisik beberapa korban yang mengalami luka bakar parah. "Kami bekerja dengan data medis dan data sekunder dari keluarga. Proses ini membutuhkan ketelitian dan waktu," ujarnya dalam keterangan resmi.

Daftar Korban Mulai Dipublikasikan

Pihak kepolisian secara bertahap merilis nama-nama korban yang telah teridentifikasi kepada keluarga. Sebagian besar jenazah sudah diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Beberapa korban berasal dari luar Sumatera Utara, sehingga koordinasi dengan kepolisian daerah setempat terus dilakukan.

Sementara itu, bagi keluarga yang masih menunggu kabar, tim DVI membuka posko informasi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Keluarga diminta membawa data pendukung seperti rekam medis gigi, sidik jari, atau barang pribadi korban untuk mempercepat proses identifikasi.

Kronologi Kecelakaan yang Belum Sepenuhnya Terungkap

Kecelakaan terjadi saat bus ALS yang membawa puluhan penumpang melaju dari arah Medan menuju Padang Sidempuan. Di tikungan tajam kawasan Sipiongot, bus diduga kehilangan kendali dan terguling ke jurang sedalam puluhan meter. Proses evakuasi sempat terkendala medan yang sulit dan minimnya penerangan di lokasi kejadian.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor rem blong dan kondisi jalan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap sopir yang selamat masih terus dikumpulkan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut.

Harapan di Tengah Duka

Di tengah duka yang mendalam, keluarga korban berharap proses identifikasi bisa segera tuntas agar mereka bisa memakamkan jenazah secara layak. Beberapa keluarga yang sudah menerima jenazah mengaku lega meskipun masih diliputi kesedihan. "Setidaknya kami bisa mengikhlaskan dan memberi peristirahatan terakhir yang layak," ujar salah satu ahli waris korban di lokasi posko.

Kecelakaan ini menjadi salah satu yang terparah di jalur lintas Sumatera sepanjang tahun ini. Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang rawan kecelakaan.

Bagikan
Sumber: kompas.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks