Pencarian

Kondisi Dua Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara Stabil Usai Operasi, Satu Masih Pakai Alat Bantu Napas

Selasa, 12 Mei 2026 • 12:14:01 WIB
Kondisi Dua Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara Stabil Usai Operasi, Satu Masih Pakai Alat Bantu Napas
Dua korban selamat kecelakaan bus ALS di Muratara dalam kondisi stabil usai operasi luka bakar.

PALEMBANG — Dua korban selamat dalam kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara kini dalam masa pemulihan intensif. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Komisaris Besar Polisi dr. Budi Susanto, mengonfirmasi bahwa keduanya telah menjalani operasi pembersihan luka bakar. Prosedur medis itu difokuskan pada pengangkatan jaringan mati dan pembersihan kotoran yang menempel di tubuh korban.

"Kondisi Ngadiono menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Luas luka bakarnya kini berkurang menjadi sekitar 30 persen dan direncanakan segera dipindahkan ke ruang rawat bedah biasa," kata dr. Budi di Palembang, Selasa.

Satu Korban Masih di ICU dengan Luka Bakar 8 Jari

Nasib berbeda dialami Jumiatun. Ia mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap saat kejadian dan masih harus bergantung pada alat bantu napas di ruang ICU. Tim medis masih terus memantau kondisinya yang lebih berat dibandingkan Ngadiono.

Selain luka bakar di tubuh, Jumiatun mengalami kerusakan jaringan yang parah pada delapan jari tangan. Dokter menyebut jari telunjuk hingga kelingking di tangan kanan dan kiri terbakar habis, menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf, tulang, dan tendon.

"Dari gambaran, ini kiri kanan ya. Jadi, kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak," jelas dr. Budi.

Ancaman Amputasi dan Proses Identifikasi 17 Kantong Jenazah

Tim medis saat ini masih melakukan observasi ketat terhadap kondisi jari-jari Jumiatun. Dokter belum bisa memastikan apakah amputasi harus dilakukan, mengingat kerusakan jaringan yang cukup parah. Keputusan final akan diambil setelah perkembangan kondisi korban dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, RS Bhayangkara Palembang masih melanjutkan proses identifikasi terhadap 17 kantong jenazah korban meninggal dunia. Pihak rumah sakit meminta keluarga dan media untuk bersabar menunggu hasil uji DNA yang diperkirakan baru akan keluar pada Rabu (13/5).

"Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media juga bersabar. Kita agar jangan salah memberikan statement ya karena ini kan terkait satu identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan," tegas dr. Budi.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks