Pencarian

Polri Gunakan DNA Tulang Identifikasi 18 Korban Kecelakaan Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 • 11:26:01 WIB
Polri Gunakan DNA Tulang Identifikasi 18 Korban Kecelakaan Bus ALS
Tim DVI Polri melakukan identifikasi 18 jenazah korban kecelakaan bus ALS melalui pemeriksaan DNA tulang.

Tim Disaster Victim Identification Pusdokkes Polri mengidentifikasi 18 jenazah korban kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara melalui pemeriksaan DNA dari sampel tulang, Sabtu (9/5/2026). Prosedur medis ini diambil sebagai langkah terakhir setelah suhu panas ekstrem saat kebakaran bus menghancurkan seluruh data identitas primer korban.

Proses rekonsiliasi jenazah korban tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memasuki fase krusial di Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri kini sepenuhnya bergantung pada ekstraksi deoxyribonucleic acid (DNA) dari fragmen tulang untuk menentukan identitas para korban.

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayati, menyatakan bahwa kondisi fisik jenazah tidak lagi memungkinkan untuk diidentifikasi melalui metode konvensional. Kerusakan jaringan lunak yang masif akibat kobaran api membuat pemeriksaan sidik jari maupun ciri fisik luar mustahil dilakukan oleh tim forensik.

Kerusakan Data Primer Akibat Suhu Panas Ekstrem

Identifikasi melalui data gigi geligi (odontologi), yang biasanya menjadi tumpuan utama dalam kasus kebakaran, menemui jalan buntu. Suhu tinggi saat ledakan truk tangki BBM mengakibatkan struktur gigi para korban menjadi rapuh dan hancur, sehingga kehilangan nilai pembanding untuk dicocokkan dengan data antemortem.

“Karena apinya sangat besar sehingga sebagian besar tulang, termasuk gigi, itu juga menjadi rapuh,” ujar Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayati di Palembang, Sabtu (9/5/2026). Kondisi ini diperburuk dengan hilangnya properti pribadi seperti dompet, perhiasan, atau pakaian yang biasanya melekat pada tubuh korban namun terlepas saat benturan terjadi.

Hambatan tersebut memaksa tim DVI mengalihkan fokus pada pemeriksaan DNA tulang. Tim medis harus bekerja ekstra teliti dalam memilah fragmen tulang yang masih memiliki sumsum atau jaringan biologis yang cukup untuk diekstraksi di laboratorium guna mendapatkan profil genetik yang akurat.

Kriteria Pemilihan Sampel Tulang untuk Laboratorium

Dalam prosedur teknisnya, tidak semua bagian tulang dapat digunakan sebagai sampel DNA. Tim DVI memprioritaskan pengambilan sampel dari bagian tulang yang masih menunjukkan warna kemerahan, yang mengindikasikan adanya sisa jaringan organik yang belum terkarbonisasi sepenuhnya oleh api.

“Dalam kondisi sekarang ini, kita mengambil tulang. Kita juga memilih tulang yang masih merah, yang kira-kira masih ada DNA-nya. Karena kalau tulangnya sudah jadi arang, tidak bisa,” jelas Wahyu. Sampel-sampel ini nantinya akan dicocokkan dengan data DNA dari keluarga inti korban yang telah dikumpulkan oleh tim Polda Sumsel.

Hingga pekan ini, jumlah korban terkonfirmasi mencapai 18 orang setelah tim menemukan dua jenazah dalam satu kantong yang sebelumnya terhitung tunggal. Salah satu korban dilaporkan berasal dari Tegal, Jawa Tengah, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat luka bakar hingga 90 persen.

Langkah Jemput Bola dan Proses Rekonsiliasi

Guna mempercepat proses pencocokan data, Tim DVI Polda Sumsel melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi keluarga korban untuk pengambilan sampel swab mukosa pipi atau darah. Langkah ini krusial mengingat sebaran domisili penumpang bus ALS yang berasal dari berbagai provinsi di luar Sumatera Selatan.

Selain fokus pada identifikasi korban kecelakaan bus, otoritas terkait juga melaporkan penemuan korban kedua yang hanyut di Sungai Musi setelah empat hari pencarian. Meski berada di wilayah hukum yang sama, penemuan ini dipastikan tidak terkait langsung dengan insiden bus ALS di Muratara.

Hasil pemeriksaan DNA tulang ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan sebelum tim DVI dapat merilis identitas resmi seluruh korban kepada pihak keluarga. Polri mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabat dalam perjalanan bus tersebut untuk segera melapor ke posko antemortem terdekat guna melengkapi data sekunder dan sampel pembanding.

Bagikan
Sumber: jpnn.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks