Pencarian

Tol Betung-Tempino Sumsel Target Tuntas November, Wagub Desak Percepatan

Rabu, 06 Mei 2026 • 11:44:39 WIB
Tol Betung-Tempino Sumsel Target Tuntas November, Wagub Desak Percepatan
Wakil Gubernur Sumsel dorong percepatan penyelesaian tol Betung–Tempino target November 2026.

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong penyelesaian pengerjaan fisik jalan tol ruas Betung–Tempino agar dapat segera dinikmati masyarakat secara optimal. Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, menyatakan bahwa konektivitas darat yang mumpuni menjadi kunci utama penggerak ekonomi daerah dan mobilitas warga.

Target penyelesaian pada November 2026 ini dipatok setelah melihat progres di lapangan yang masih menyisakan sejumlah persoalan teknis. Cik Ujang berharap dalam kurun tiga hingga enam bulan ke depan, jalur ini sudah bisa difungsikan secara maksimal dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan instansi terkait.

“Provinsi Sumsel jangan sampai tertinggal pembangunannya dengan Pulau Jawa, terutama dalam pembangunan jalan tol yang bisa diakses dari berbagai wilayah,” tegas Cik Ujang saat menghadiri rapat di Gedung Bina Graha, Jakarta.

Kendala Pembebasan Lahan dan Status HGU

Persoalan klasik mengenai pembebasan lahan masih menjadi batu sandungan utama yang membuat pengerjaan tol Betung–Tempino berlarut-larut. Selain lahan milik warga, terdapat kendala administratif terkait status Hak Guna Usaha (HGU) serta sertifikat hak milik yang belum tuntas di sepanjang jalur proyek strategis nasional tersebut.

Cik Ujang mengingatkan agar proses ganti rugi dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar tidak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari proses pembebasan lahan yang sedang berjalan.

“Permasalahan pembebasan lahan jangan sampai jatuh ke tangan yang salah dan berlarut-larut,” ujarnya di depan peserta rapat koordinasi.

Mengapa Pembangunan di Sumatera Terasa Lebih Lambat?

Dalam forum tersebut, Wagub Sumsel turut membandingkan ritme pembangunan infrastruktur antara Pulau Jawa dan Sumatera. Meski Jawa memiliki kepadatan penduduk yang jauh lebih tinggi, pembangunan jalan tol di sana dinilai lebih cepat terealisasi dibandingkan di wilayah Sumatera yang memiliki tantangan geografis berupa jarak antardesa yang berjauhan.

Ruas Betung–Tempino sebenarnya sudah sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya untuk memangkas waktu tempuh saat musim mudik Lebaran. Meskipun beberapa bagian ruas sudah bisa dilalui, namun kendala di titik-titik tertentu masih menyulitkan pengguna jalan untuk melintas dengan kecepatan normal.

“Ruas tol Betung–Tempino ini sudah lama dinantikan masyarakat untuk segera selesai,” ungkap mantan Bupati Lahat tersebut.

Rencana Ruas Tol Prabumulih hingga Lubuklinggau

Selain fokus pada jalur menuju Jambi, Pemerintah Provinsi Sumsel juga mulai menyiapkan ancang-ancang untuk pembangunan ruas tol Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Lubuklinggau–Bengkulu. Cik Ujang mendorong agar persiapan lahan untuk jalur ini dilakukan sejak dini agar tidak mengulangi kendala yang sama pada proyek sebelumnya.

Ia meminta pemerintah pusat memberikan dukungan penuh, terutama dalam percepatan regulasi pembebasan lahan meskipun pembangunan fisik belum dimulai dalam waktu dekat. Hal ini dianggap krusial agar saat anggaran konstruksi turun, lahan sudah siap bangun.

“Kalaupun pembangunannya belum dimulai, setidaknya pembebasan lahannya sudah dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: halosumsel.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks