Pencarian

Pemkab Banyuasin Tuntaskan Pembangunan Rumah Adat Jadi Ikon Budaya 2026

Senin, 04 Mei 2026 • 14:42:01 WIB
Pemkab Banyuasin Tuntaskan Pembangunan Rumah Adat Jadi Ikon Budaya 2026
Pembangunan rumah adat Banyuasin ditargetkan selesai pada tahun 2026 sebagai ikon budaya.

BANYUASIN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan kelanjutan pembangunan rumah adat hingga tuntas pada tahun 2026. Proyek ini direncanakan menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata utama di wilayah berjuluk Bumi Sedulang Setudung tersebut.

Pembangunan fisik gedung yang merepresentasikan arsitektur lokal ini sempat menjadi perhatian publik karena prosesnya yang dilakukan secara bertahap. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin, Riyan Saputra, menegaskan bahwa anggaran dan pengerjaan fisik akan difokuskan untuk mencapai target penyelesaian seratus persen tanpa ada penundaan lagi.

Dinas PUPR Banyuasin Pastikan Target Rampung Tahun 2026

Riyan Saputra menjelaskan bahwa komitmen pemerintah daerah saat ini adalah menyelesaikan seluruh struktur dan detail arsitektur rumah adat tersebut dalam satu garis waktu. Pihaknya tidak merencanakan adanya pembangunan lanjutan atau fase tambahan setelah target tahun 2026 tercapai.

"Kita lanjutkan pembangunan rumah adat. Kita tuntaskan semua, tidak ada pembangunan lanjutan," kata Riyan Saputra, saat memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan proyek tersebut.

Dinas PUPR mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat serta pihak-pihak terkait agar proses konstruksi berjalan lancar sesuai jadwal. Keberhasilan proyek ini diharapkan mampu mewujudkan bangunan yang menjadi kebanggaan kolektif warga Banyuasin.

Rumah Adat Jadi Simbol Budaya Bumi Sedulang Setudung

Kehadiran rumah adat dinilai sangat krusial bagi penguatan identitas masyarakat Banyuasin di tengah arus modernisasi. Selain sebagai bangunan fisik, struktur ini akan merepresentasikan nilai-nilai sejarah dan filosofi lokal yang selama ini belum memiliki wadah representasi tunggal yang ikonik di pusat kabupaten.

Tokoh pemuda Banyuasin, Darsan, menyambut baik langkah pemerintah yang memprioritaskan penyelesaian ikon budaya ini. Menurutnya, keberadaan rumah adat akan memudahkan masyarakat luas untuk mengenal lebih dalam mengenai tradisi asli daerah tersebut.

"Jadi ikon budaya di Banyuasin, sehingga masyarakat Banyuasin dan luar Banyuasin tahu," jelas Darsan saat menyampaikan harapannya terkait percepatan pembangunan tersebut.

Potensi Wisata Baru untuk Dongkrak Kunjungan Daerah

Sektor pariwisata Banyuasin diprediksi akan mendapat suntikan energi baru dengan selesainya proyek ini. Pemerintah daerah memproyeksikan rumah adat bukan sekadar pajangan, melainkan destinasi edukatif tempat wisatawan mempelajari asal-muasal dan kekayaan tradisi Banyuasin.

Darsan menekankan bahwa daya tarik visual dan nilai sejarah yang kuat akan menjadi magnet bagi pelancong dari luar daerah. Hal ini diyakini mampu menciptakan efek domino bagi peningkatan ekonomi warga di sekitar lokasi wisata.

Pemkab Banyuasin kini terus melakukan koordinasi teknis guna memastikan kualitas bangunan memenuhi standar sebagai objek wisata nasional. Realisasi proyek pada 2026 mendatang akan menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya di Sumatera Selatan.

Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks