Pasar AI Indonesia Diproyeksi Tembus USD70 Miliar, Pemerintah Siapkan 182 Data Center dan Target Energi 100 GW

Penulis: Rizal Hamdani  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 08:45:31 WIB
Pasar AI Indonesia diproyeksikan mencapai USD70 miliar dengan dukungan 182 pusat data dan target kapasitas energi 100 GW.

SUMATERA SELATAN — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan proyeksi tersebut dalam acara Kadin Indonesia Monthly Economic Diplomatic Breakfast bertema "Beyond Uncertainty: Building Indonesia’s Next Economy" di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber daya mineral strategis dan bonus demografi generasi muda yang melek teknologi untuk mengakselerasi transformasi digital nasional.

Konsentrasi Pusat Data di Jakarta dan Batam

Dari total 182 pusat data yang beroperasi di Indonesia, konsentrasi utama masih berada di Jakarta dan Batam. Pemerintah terus memperkuat konektivitas digital melalui pengembangan jaringan fiber optik dan landing point internasional di Batam dan Bitung.

"Infrastruktur ini membuka peluang besar bagi pengembangan pusat data dan konektivitas global," ujar Airlangga dalam sambutannya. Kebutuhan energi yang besar dari ekosistem digital akan dijawab melalui pengembangan energi terbarukan, dengan target pembangunan kapasitas hingga 100 GW dalam beberapa dekade mendatang.

Biodiesel B50 dan Industri Semikonduktor Jadi Andalan Baru

Di sektor energi, pemerintah telah meluncurkan program biodiesel B50 yang ditargetkan mampu menekan emisi karbon di sektor transportasi hingga sekitar 44 juta ton per tahun. Program ini juga memberikan penghematan devisa yang signifikan bagi negara.

Sementara itu, peluang besar terbuka di industri semikonduktor seiring proyeksi permintaan global mencapai USD1 triliun pada 2030. Indonesia menargetkan penguatan kemandirian melalui pengembangan desain chip serta kemampuan perakitan, pengujian, dan pengemasan (ATP) di dalam negeri.

Iklim Investasi Paling Stabil di ASEAN Versi JETRO 2025

Dari sisi iklim investasi, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan lingkungan bisnis paling stabil dan menguntungkan di kawasan ASEAN berdasarkan survei JETRO 2025. Pemerintah terus membuka peluang investasi melalui penyelesaian perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), proses aksesi OECD, serta prioritas keanggotaan dalam CPTPP.

Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Pemerintah mendorong realisasi investasi dari berbagai kesepakatan internasional serta mengajak seluruh pihak memanfaatkan teknologi, energi hijau, dan kerja sama ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kadin Siap Jadi Jembatan Diplomasi Ekonomi

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menegaskan bahwa diplomasi ekonomi kini harus terintegrasi dengan dunia usaha. Menurutnya, kerja sama antarnegara harus diimplementasikan dalam bentuk nyata seperti perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

"Kadin Indonesia siap berperan sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional," kata Anindya dalam acara yang turut dihadiri para duta besar negara sahabat, pejabat Kemenko Perekonomian, serta perwakilan dunia usaha dari berbagai daerah tersebut.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top