Pencarian

Karhutla Muara Medak Muba Belum Padam Sejak 15 September, Helikopter MI-171 Dikerahkan Water Bombing

Rabu, 23 September 2026 • 08:30:32 WIB
Karhutla Muara Medak Muba Belum Padam Sejak 15 September, Helikopter MI-171 Dikerahkan Water Bombing
Helikopter MI-171 milik tim gabungan melakukan water bombing di area kebakaran hutan dan lahan Desa Muara Medak, Musi Banyuasin.

Tim gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, dan PT Rimba Hutani Mas masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga Minggu (20/9). Kebakaran yang terdeteksi sejak 15 September 2026 itu melanda area kebun kelapa sawit dan semak belukar, sehingga satu unit helikopter MI-171 dikerahkan untuk water bombing dan patroli udara.

MUARA MEDAK — Operasi pemadaman berlangsung kolaboratif dengan melibatkan Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) dan warga setempat. Tim bergerak melakukan pemantauan berkelanjutan guna mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.

PT Rimba Hutani Mas (PT RHM) mengerahkan personel, peralatan, dan sarana operasional sejak kebakaran pertama terpantau pada 15 September 2026. Dukungan disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Peralatan Pemadaman yang Dikerahkan ke Lokasi

Tim didukung mesin pompa, puluhan gulung selang, nosel, serta perlengkapan pendukung lainnya. Mobilisasi personel dan peralatan ke lokasi yang terjangkau jalur darat memakai mobil dan sepeda motor.

Untuk area yang sulit diakses, satu unit helikopter MI-171 diterjunkan mendukung operasi pemboman air dan patroli udara. Vegetasi di lokasi didominasi kebun kelapa sawit dan semak belukar.

Seiring perkembangan situasi, tim gabungan memfokuskan pemadaman pada titik-titik api yang ditemukan. Pengawasan terhadap potensi penyalaan kembali api juga diperkuat.

Kodim 0401/Muba: Penanganan Disatukan agar Semua Tim Bekerja Bersama

Komandan Kodim 0401/Muba Letkol Inf. Dimas Kurniawan menekankan pentingnya penguatan koordinasi antartim di lapangan.

"Penanganannya kami jadikan satu agar seluruh tim bisa bekerja bersama dan berkoordinasi di lapangan. Saya juga sudah beberapa hari berada di lokasi dan ikut memantau langsung penanganannya," ujar Dimas.

Dimas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya pada musim kemarau. Menurutnya, cara tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

"Di musim kemarau ini, jangan lagi ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu merugikan kita semua," tegasnya.

Fire Marshal PT RHM: Penanganan Karhutla Butuh Pengerahan Sumber Daya Besar

Fire Marshal PT Rimba Hutani Mas Agung Pratama menyebut penanganan karhutla membutuhkan penanganan kolektif ketika kondisi kebakaran memerlukan pengerahan sumber daya yang besar.

"Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Koordinasi dan kolaborasi antara Manggala Agni, TNI, Polri, masyarakat, perusahaan, serta unsur lainnya menjadi sangat penting untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan. Kami terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan kondisi di lapangan," kata Agung.

Dukungan dari perusahaan akan terus diberikan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, medan, serta keselamatan seluruh personel pemadam di lapangan.

Hingga 20 September 2026, proses pemadaman masih berlangsung. Tim gabungan tetap bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi penjalaran api.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks