EMPAT LAWANG — Sebanyak 352 siswa akan mengawali tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang. Jumlah itu mencakup 270 siswa baru yang terbagi di tiga jenjang pendidikan serta 82 siswa lama yang melanjutkan studi.
Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.S.I., S.H., M.M., M.H., meninjau langsung lokasi sekolah pada Minggu (6/9/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung dan penyelenggaraan pendidikan benar-benar siap sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai.
Rincian Kuota 270 Siswa Baru di Tiga Jenjang
Penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang tahun ini cukup besar. Dari total 270 kursi yang tersedia, jenjang Sekolah Dasar (SD) mendapat jatah terbanyak dengan 150 siswa.
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dialokasikan 90 kursi dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menerima 30 siswa. Dengan tambahan 82 siswa lama, total keseluruhan peserta didik yang akan aktif belajar mencapai 352 anak.
Fasilitas Belajar Ditanggung Penuh Pemerintah
Salah satu daya tarik utama program Sekolah Rakyat adalah pembiayaan fasilitas yang ditanggung negara. Para siswa tidak perlu memikirkan biaya perlengkapan sekolah karena semua kebutuhan penunjang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Mulai dari seragam sekolah, buku paket, hingga alat tulis dan perlengkapan pendukung lainnya akan diberikan secara cuma-cuma. Skema ini dirancang agar tidak ada lagi kendala biaya yang menghalangi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Joncik didampingi oleh jajaran pejabat penting Pemkab Empat Lawang. Turut hadir Asisten I Setda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Plt. Direktur Utama PDAM Tirta Seguring Betung.
Mengapa Kehadiran Sekolah Rakyat Krusial?
Program ini dihadirkan bukan sekadar menambah jumlah sekolah, melainkan untuk memastikan tidak ada warga Empat Lawang yang tertinggal karena faktor ekonomi. Lingkungan belajar yang disiapkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dirancang khusus untuk mendukung pengembangan potensi akademik sekaligus pembentukan karakter siswa.
Dengan fasilitas yang menjangkau kebutuhan dasar belajar, pemerintah berharap para peserta didik dapat fokus mengasah kemampuan. Ke depan, lulusan sekolah ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.