PALEMBANG — Sinergitas antara Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sumatera Selatan kembali diperkuat. Kolonel Kav. Dodi Syamsurizal, Kabag Ops Binda Sumsel, melakukan kunjungan kerja yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB dan disambut langsung oleh Kepala Rutan, Aris Supriyadi.
Koordinasi lintas instansi ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas keamanan. Pertukaran informasi yang cepat dan akurat menjadi kunci untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang berpotensi mengganggu ketertiban, baik dari dalam maupun luar rutan.
Deteksi Dini Jadi Prioritas Utama Pengamanan
Aris Supriyadi menegaskan bahwa penguatan komunikasi dengan unsur intelijen merupakan bagian penting dari tugas pengamanan. Pihaknya meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.
"Sinergitas dengan unsur intelijen sangat penting dalam mendukung pelaksanaan deteksi dini dan langkah preventif. Dengan komunikasi serta koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat dan tepat," ujar Aris dalam keterangannya, Rabu.
Membangun Jejaring Informasi yang Berkelanjutan
Kunjungan kerja ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu membangun jejaring koordinasi yang solid antara Rutan Kelas I Palembang dengan Binda Sumsel.
Setiap informasi yang berkaitan dengan potensi gangguan keamanan di lingkungan Rutan diminta untuk segera dikoordinasikan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah responsif ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keamanan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional serta menciptakan situasi Rutan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga binaan.