SUMATERA SELATAN — Para ibu di Kota Cimahi, ada kabar penting nih soal perlindungan kesehatan si kecil. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat masih ada 168 bayi yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap hingga Juni 2026. Angka ini yang coba mereka kejar lewat program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Kepala Dinkes Kota Cimahi, dr. Mulyati, menyampaikan bahwa kegiatan ini digencarkan karena masih tingginya angka zero dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Padahal, imunisasi adalah tameng terbaik untuk mencegah penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Mengapa Target 93 Persen Itu Penting?
Target kekebalan kelompok sebesar 93 persen bukan angka tanpa alasan. Dengan cakupan imunisasi yang merata di angka tersebut, penularan penyakit bisa terputus dan melindungi mereka yang memang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.
“Di beberapa daerah lain di Provinsi Jawa Barat, Alhamdulillah untuk Kota Cimahi sampai saat ini berkat sinergi semua pihak belum ada kejadian KLB,” ujar dr. Mulyati saat pembukaan PENARI di Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (12/8/2026).
Artinya, dari 13 hingga 14 kelurahan yang ada di Kota Cimahi, semuanya harus mencapai target tersebut agar tidak ada lagi anak yang rentan terkena penyakit seperti campak, rubella, hingga polio.
Layanan Imunisasi Kejar: Siapa Saja yang Perlu Datang?
Kegiatan PENARI ini menyasar anak usia 0–59 bulan yang status imunisasinya belum lengkap. Jadi, kalau si kecil ada yang terlewat jadwal vaksinnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melengkapinya.
Layanan imunisasi kejar ini bisa didapatkan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Posyandu, Puskesmas, klinik, hingga tempat praktik mandiri bidan. Dinkes Cimahi memastikan seluruh pos pelayanan tersebut siap melayani para ibu dan anak.
Untuk anak usia sekolah, program BIAS tahap 1 yang berlangsung sepanjang Agustus juga menyasar beberapa jenjang. Anak kelas 1 SD akan mendapat imunisasi campak rubela, sementara anak perempuan kelas 5 mendapat vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks.
Dukungan Penuh untuk Generasi Cimahi yang Sehat
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan program ini. Ia menekankan pentingnya peran kader, pengurus RT/RW, PKK, dan tokoh masyarakat dalam mengingatkan para orang tua.
“Pastikan tidak ada satu pun balita di lingkungan kita yang terlewatkan dari perlindungan imunisasi,” tegas Ngatiyana.
Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan orang tua, diharapkan tidak ada lagi anak yang tertinggal imunisasinya. Ini adalah investasi jangka panjang agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah.