SUMATERA SELATAN — Pengujian singkat yang dilakukan dari Tangerang menuju Depok, Jawa Barat, pekan lalu memberikan gambaran jelas soal karakter Mitsubishi Xforce HEV. Sepanjang 100 kilometer, mobil yang membawa tiga penumpang dengan AC menyala ini menghadapi jalan tol, kemacetan khas ibu kota, hingga ruas jalan rusak. Hasilnya, MID mencatatkan angka 21 km per liter dengan rata-rata kecepatan 43 km per jam.
Angka tersebut memang masih di bawah klaim pabrikan yang menyebut konsumsi 27 km per liter dan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dengan tangki 42 liter. Namun perlu diingat, rute pengujian ini mencakup kondisi stop and go yang berat serta beberapa kali akselerasi untuk menguji respons mesin. Untuk ukuran SUV lima penumpang, efisiensi ini tetap tergolong impresif.
Motor Listrik Bukan Sekadar Pelengkap di Kecepatan Rendah
Yang menarik dari sistem hybrid Xforce bukan hanya kemampuannya meluncur senyap saat macet. Mitsubishi membekali model ini dengan two-speed transaxle yang membuat motor listrik tetap berkontribusi meski kecepatan sudah menembus 100 km per jam. Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, sebelumnya memaparkan bahwa sistem ini memungkinkan motor listrik bekerja aktif pada kecepatan tinggi, bukan hanya saat kendaraan berhenti atau melaju pelan.
Perpaduan mesin 4A92 1.600 cc Atkinson Cycle yang menghasilkan 107 PS dan torsi 134 Nm dengan motor listrik 116 PS dan torsi 255 Nm membuat akselerasi awal terasa ringan. Saat pedal gas diinjak lebih dalam, tenaga langsung mengalir tanpa jeda yang mengganggu.
Penggunaan electric shifter pada konsol tengah menjadi pembeda paling jelas dari varian bensin. Selain tampil lebih modern, pengoperasiannya lebih ringkas dan memberi kesan kabin yang lebih bersih.
Detail Eksterior yang Membedakan dari Varian Bensin
Secara sekilas, Xforce HEV memang mirip dengan versi konvensional. Tapi ada beberapa sentuhan yang membuatnya tampil beda. Mitsubishi memasang pelek khusus 18 inci, emblem Hybrid EV di sejumlah bagian bodi, dan aksen gril depan yang lebih tegas. Lampu belakang memakai model clear smoke yang memberi kesan lebih tajam.
Di dalam kabin, kenyamanan justru menjadi fokus utama. Panoramic roof tanpa bingkai membuat ruang kabin terasa lebih lapang, ditambah bangku belakang dengan delapan pengaturan kemiringan. Fitur lain seperti Dual Auto AC dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate, ambient lighting, hingga audio Yamaha Premium tersedia pada varian tertentu.
Paket Keselamatan Lengkap di Kelasnya
Soal fitur keselamatan, Xforce HEV datang dengan perlengkapan yang tidak main-main. Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow, Blind Spot Warning (BSW), hingga Multi Around Monitor (MAM) sudah tersedia. Mitsubishi juga menawarkan Premium Package untuk varian Ultimate dan HEV yang menambahkan smartphone wireless charger, TPMS, dan power tailgate.
Dengan harga hampir Rp 500 juta, Xforce HEV menempati posisi kompetitif di segmen SUV hybrid. Kombinasi kenyamanan kabin, efisiensi bahan bakar yang terbukti, dan fitur keselamatan lengkap menjadikannya pilihan yang sulit ditandingi kompetitor sekelasnya di pasar otomotif Indonesia.