Kantor SAR Palembang menginstruksikan para nakhoda dan pengguna transportasi air di Sungai Musi, Sumatera Selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang pekat. Kondisi ini dinilai mampu memangkas jarak pandang secara signifikan dan berpotensi memicu kecelakaan pelayaran, terutama saat kapal beroperasi pada malam hari.
PALEMBANG — Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan kabut asap yang menyelimuti perairan Sungai Musi dapat mengurangi jarak pandang secara drastis. Situasi ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal yang berlayar saat visibilitas terbatas.
“Untuk mengantisipasi bahaya kecelakaan di perairan, Kantor SAR Palembang menginstruksikan sejumlah langkah preventif bagi seluruh pelaku pelayaran,” kata Raymond di Palembang, Senin.
Empat Instruksi Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Nakhoda
Raymond merinci sejumlah langkah antisipasi yang wajib diterapkan para operator kapal saat melintasi jalur yang rawan pandang terbatas. Instruksi ini mencakup aspek kecepatan, navigasi, hingga kesiapan alat keselamatan di atas kapal.
- Kurangi kecepatan: Pengemudi kapal diminta membatasi laju kendaraan air saat melewati titik-titik rawan kabut.
- Maksimalkan navigasi: Lampu navigasi wajib dinyalakan secara aktif untuk menandai posisi kapal bagi pengguna jalur air lainnya.
- Cek alat keselamatan: Pastikan seluruh peralatan keselamatan diri dan kapal dalam kondisi siap pakai sebelum berlayar.
- Jaga komunikasi: Nakhoda diimbau membuka jalur komunikasi intensif dengan otoritas pelayaran setempat selama berada di perairan.
Jangan Paksakan Pelayaran Saat Jarak Pandang Kritis
Raymond menegaskan agar para operator kapal tidak memaksakan perjalanan jika kondisi di lapangan sudah dinilai tidak aman. Nakhoda disarankan segera mencari lokasi berlabuh yang aman atau menunda keberangkatan hingga cuaca membaik.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan memaksakan pelayaran ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Utamakan keselamatan diri, penumpang, dan seluruh awak kapal,” ujarnya.
Kantor SAR Palembang juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan pertolongan di sepanjang perairan Sungai Musi.
BMKG Catat Visibilitas di Palembang Turun Hingga 800 Meter
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani menyebut kabut asap yang pekat bisa menurunkan jarak pandang atau visibility. Penurunan ini berdampak langsung pada sektor transportasi, terutama moda darat dan laut.
Berdasarkan catatan laporan cuaca di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, BMKG mencatat kondisi asap dengan jarak pandang hanya 800 meter. Angka ini berada di bawah ambang batas normal untuk operasional penerbangan maupun pelayaran yang aman.
“Himbauan bagi transportasi air untuk berhati-hati dalam berlayar, menjaga jalur lintasan yang aman,” kata Sinta.