SUMATERA SELATAN — Hark memperkenalkan Hark Handoff sebagai solusi otomatisasi tugas berbasis browser. Alih-alih bergantung pada API resmi, agen ini mengandalkan analisis struktur situs dan data visual untuk memahami elemen seperti tombol atau kolom input yang perlu diinteraksikan.
Kemampuan Navigasi di Situs Tanpa API Resmi
Menurut keterangan resmi perusahaan, Handoff dirancang untuk bekerja pada platform populer yang kerap tidak menyediakan API publik, seperti Target, Walmart, OpenTable, dan LinkedIn. Pengguna cukup memberi perintah, dan agen akan menyelesaikan tugas seperti memesan tiket perjalanan, mengisi formulir pengembalian pajak, atau melakukan riset dari berbagai sumber.
Dalam video demonstrasi, CEO Hark, Brett Adcock, menunjukkan perintah untuk merangkai buket bunga dengan spesifikasi tertentu. Sistem tersebut bahkan mampu menafsirkan instruksi ambigu seperti "beberapa pilihan dari toko bunga". Namun, perlu dicatat bahwa video hanya menampilkan sebagian proses, sehingga efektivitas penuh sistem belum bisa diukur secara independen.
Model Prediksi Aksi, Bukan Sekadar Kata
Pendekatan teknis Hark berbeda dari model bahasa besar (LLM) konvensional yang bekerja dengan memprediksi token kata berikutnya. Hark menyatakan modelnya dilatih untuk memprediksi aksi selanjutnya, seperti klik mouse atau input keyboard pada koordinat spesifik di halaman web.
Untuk rilis perdana ini, Hark menggunakan model yang telah menjalani post-training. Perusahaan berencana melakukan pre-training model dari nol pada akhir tahun ini. Langkah ini disebut untuk mempercepat penyempurnaan pipeline data dan infrastruktur pelatihan mereka.
Harga Lebih Murah dan Antrean Tunggu Resmi Dibuka
Hark mengklaim Handoff beroperasi lebih cepat dan memiliki biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan model kompetitor seperti GPT-5.5 dan Opus 4.8. Sayangnya, detail struktur harga per tugas atau langganan belum dipublikasikan secara terbuka oleh perusahaan.
Startup ini kini telah membuka waitlist untuk platform tersebut. Rencananya, akses publik akan mulai dibuka pada akhir musim panas tahun ini.
Persaingan Ketat di Ranah Computer-Use Agent
Hark tidak sendirian di segmen ini. Raksasa teknologi seperti Google, OpenAI, dan Anthropic juga tengah mengembangkan agen computer-use. Di sisi lain, sejumlah startup pendanaan ventura seperti Browser Use, Polar, Strawberry, dan Aside juga fokus pada otomatisasi tugas berbasis browser.
Bagi pengguna di Indonesia yang sering berpindah antar platform atau membutuhkan asisten riset digital, kehadiran agen seperti ini berpotensi menghemat waktu signifikan. Namun, mengingat masih dalam tahap waitlist dan demo yang belum lengkap, keputusan untuk mengadopsi teknologi ini sebaiknya menunggu hasil uji publik yang lebih transparan.