Pencarian

Karhutla Satu Hektare di Kelurahan Sekarjaya OKU Padam, Petugas Masih Lakukan Pendinginan Cegah Api Muncul Kembali

Rabu, 05 Agustus 2026 • 12:01:31 WIB
Karhutla Satu Hektare di Kelurahan Sekarjaya OKU Padam, Petugas Masih Lakukan Pendinginan Cegah Api Muncul Kembali
Petugas gabungan memadamkan api yang melahap lahan mineral di Kelurahan Sekarjaya, Kabupaten OKU.

BATURAJA — Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU bersama tim gabungan berjibaku memadamkan api yang melahap lahan mineral di Kelurahan Sekarjaya. Titik api terpantau melalui aplikasi SiPongi dengan koordinat S: -4.1240 E: 104,2220, dan berhasil dijinakkan beberapa jam setelah peristiwa terjadi.

Kepala BPBD OKU Januar Efendi menyebutkan, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini menjadi pertimbangan utama petugas untuk bergerak cepat, mengingat potensi api menyebar cukup besar jika tidak segera ditangani.

Penyebab Kebakaran dan Upaya Pemadaman di Lapangan

Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan, karhutla kerap dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar. Untuk memadamkan api, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar dikerahkan ke lokasi.

Sejumlah peralatan dibawa untuk mempercepat proses pemadaman. Dua mobil suplai air dan mesin pompa jinjing dikerahkan untuk menjangkau titik api yang berada di area lahan mineral tersebut.

Pendinginan dan Pemantauan Titik Api

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung menarik diri. Januar menegaskan bahwa personelnya masih berada di lapangan untuk melakukan proses pendinginan.

"Api berhasil dipadamkan hanya beberapa jam setelah peristiwa tersebut terjadi. Petugas kami saat ini masih di lapangan untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api," ujarnya.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini, mengingat lahan gambut dan mineral sering kali menyimpan bara api di dalam tanah yang bisa memicu kebakaran susulan.

Imbauan dan Kewaspadaan di Musim Kemarau

Menanggapi kejadian ini, Januar mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca kering.

Satgas Karhutla Kabupaten OKU juga meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan cuaca dan titik hotspot selama 1x24 jam. Peringatan dini pun didistribusikan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam saat musim kemarau, termasuk karhutla.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks