Pencarian

DBS Bantah Rumor Merger dengan BCA, Saham BBCA Sempat Melonjak 7%

Kamis, 29 Oktober 2026 • 12:34:31 WIB
DBS Bantah Rumor Merger dengan BCA, Saham BBCA Sempat Melonjak 7%
Saham BBCA sempat melonjak 7 persen sebelum rumor merger dengan Bank DBS Indonesia dibantah DBS Group.

SUMATERA SELATAN — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat melonjak 7 persen pada Rabu (28/10/2026) sebelum rumor merger dengan PT Bank DBS Indonesia dibantah pihak DBS Group. Juru bicara DBS menegaskan tidak ada kebenaran dalam kabar yang beredar di media sosial tersebut, seperti dikutip The Straits Times, Kamis (29/10/2026).

Kabar yang menyebut Bank DBS Indonesia berpotensi dilebur ke dalam BCA beredar luas di media sosial dan langsung dikaitkan dengan lonjakan saham BBCA. Dalam skema yang beredar, BCA disebut tetap menjadi entitas yang bertahan setelah merger, sementara pemegang saham DBS Indonesia akan menerima saham baru BBCA sebagai kompensasi.

Transaksi itu digambarkan melalui mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk non-tunai. Namun DBS Group bergerak cepat mematahkan spekulasi tersebut.

Bantahan Resmi Juru Bicara DBS

Juru bicara DBS menegaskan rumor merger dengan BCA tidak memiliki dasar. Pernyataan itu disampaikan menanggapi pertanyaan media soal kabar yang beredar.

"Tidak ada kebenaran dalam rumor tersebut," kata juru bicara DBS.

Bantahan tersebut merujuk pada pemberitaan The Straits Times, Kamis (29/10/2026). DBS Group berpusat di Singapura dan merupakan salah satu bank terbesar di Asia.

Lonjakan Saham BBCA dan Reaksi Pasar

Sebelum bantahan muncul, saham BBCA sempat melonjak hingga 7 persen pada Rabu (28/10/2026). Pergerakan itu menjadikan BBCA salah satu saham paling aktif diperdagangkan saat rumor merger menyebar.

BBCA merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Spekulasi soal aksi korporasi besar terhadap bank milik Grup Djarum itu kerap memicu reaksi pasar yang signifikan.

Apa Artinya bagi Investor BBCA

Bantahan DBS menutup spekulasi soal merger, tetapi tidak menghapus pertanyaan soal pemicu lonjakan saham BBCA. Investor perlu mencermati apakah kenaikan 7 persen itu murni sentimen rumor atau didorong faktor lain.

Rumor aksi korporasi lintas negara seperti ini biasanya cepat memudar setelah ada klarifikasi resmi. Namun dampaknya terhadap volume perdagangan dan harga saham bisa bertahan beberapa sesi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen BCA maupun Bank DBS Indonesia soal bantahan DBS Group. Kedua entitas belum merilis keterangan tertulis terkait kabar merger yang beredar.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks