Polda Sumatera Selatan menempatkan 11 personel BKO Batalyon B Pelopor Satbrimob di Posko Sungai Keruh, Musi Banyuasin, untuk mengedukasi warga soal pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Langkah preventif ini digencarkan di tingkat akar rumput melalui patroli dialogis yang menyasar langsung masyarakat setempat. Kepolisian juga mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap menyertai insiden karhutla di wilayah itu.
PALEMBANG — Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyatakan pendekatan preemtif dan preventif jadi tulang punggung operasi karhutla kali ini. Personel yang ditempatkan di Posko Sungai Keruh tidak hanya berjaga, tetapi aktif mendatangi warga lewat patroli dialogis.
Menurut Nandang, strategi tersebut dirancang untuk membangun kesadaran hukum secara persuasif. Warga diajak terlibat langsung menjaga lingkungan dari ancaman pembakaran lahan.
Mengapa Pendekatan Persuasif Dipilih
Polda Sumsel menilai penindakan hukum saja tidak cukup menekan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Edukasi langsung ke warga dianggap lebih efektif mencegah titik api muncul sejak awal.
"Strategi ini dirancang untuk membangun kesadaran hukum secara persuasif sekaligus mengaktifkan peran serta warga dalam menjaga lingkungan dari ancaman pembakaran lahan," ujar Nandang.
Kehadiran aparat di lapangan juga menyasar potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kerap menyertai insiden karhutla. Polda Sumsel ingin memastikan rangkaian kegiatan kepolisian berjalan maksimal.
"Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan kepolisian berjalan maksimal demi memberikan rasa aman serta melindungi masyarakat dari ancaman karhutla," tegasnya.
Imbauan ke Warga: Laporkan Titik Api
Polda Sumsel mengingatkan warga agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Cara itu dinilai berisiko memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan, terutama saat musim kemarau.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan kemunculan titik api atau potensi kerawanan sosial kepada petugas terdekat. Pelaporan cepat diharapkan membuat penanganan bisa dilakukan lebih tepat sebelum api meluas.
Penempatan personel Brimob di Posko Sungai Keruh menjadi bagian dari penguatan pengawasan di daerah rawan karhutla. Musi Banyuasin termasuk wilayah yang kerap masuk pantauan titik panas di Sumatera Selatan.