PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menggandeng Kodam II/Sriwijaya untuk merevitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi destinasi wisata unggulan daerah. Proyek penataan ini menargetkan penyelesaian tahap awal sebelum Oktober 2026.
Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan kerja sama teknis dengan TNI bertujuan membuka akses area dalam Bastion untuk publik. “Revitalisasi BKB ini merupakan kerja sama antara Pemkot Palembang dengan Kodam II/Sriwijaya melalui implementasi teknis yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKS-T),” ujarnya dalam Rapat Finalisasi Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak di Palembang, Senin (27/7).
Dua Titik Awal Revitalisasi: Bastion I dan Lawang Lonceng
Pada tahap pertama, penataan difokuskan pada dua titik utama. Pertama, Bastion I yang menghadap langsung ke Sungai Musi. Kedua, kawasan Lawang Lonceng.
Kepala Kesehatan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Ckm dr Maksun Pandelima menyampaikan bahwa di area tersebut akan dibangun Tourist Information Center (TIC). Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan terkait sejarah dan destinasi di Kota Palembang.
Prinsip Kehati-hatian demi Cagar Budaya
Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan telah menyelesaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) sebagai acuan teknis penataan. Sulaiman menegaskan seluruh proses revitalisasi harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian karena BKB merupakan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi.
“Kami sudah mendatangkan tim ahli lestari yakni Dr Kriswandono dari Semarang. Selanjutnya DED yang kita buat akan direview dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan,” kata Sulaiman.
Tim Ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta Tim Ahli Cagar Budaya juga dilibatkan untuk memastikan seluruh pekerjaan tetap sesuai kaidah pelestarian. Revitalisasi ini diharapkan menjadikan kawasan BKB sebagai ruang wisata sejarah yang edukatif dan menarik bagi masyarakat.