SUMATERA SELATAN — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total wholesales mencapai 436.564 unit pada Januari–Juni 2026, naik 15,9 persen year-on-year. Dari jumlah itu, mobil bermesin konvensional (ICE) masih menjadi pilihan utama dengan 319.456 unit, namun pertumbuhan terbesar justru datang dari kendaraan elektrifikasi.
Mobil Listrik: 69.739 Unit Terjual, Jaecoo J5 Jadi Raja
Segmen mobil listrik murni mencatatkan pertumbuhan paling signifikan di antara kategori non-ICE. Lonjakan 80,8 persen didorong oleh kehadiran Jaecoo J5 yang baru satu model namun langsung membukukan 16.990 unit. Capaian ini setara 24,36 persen pangsa pasar EV nasional.
Secara keseluruhan, pangsa pasar mobil listrik kini mencapai sekitar 16 persen dari total penjualan otomotif nasional. Angka ini naik drastis dari tahun lalu yang masih di bawah 10 persen.
Hybrid Tumbuh 47%, Innova Zenix HEV dan Veloz HEV Pimpin Segmen
Penjualan mobil hybrid tembus 43.366 unit, naik 47 persen dibanding semester I 2025. Kategori ini menguasai 9,7 persen total pasar. Toyota menjadi penguasa mutlak lewat Innova Zenix HEV (13.279 unit) dan Veloz HEV (11.147 unit). Dua model ini menyumbang 58 persen dari total penjualan hybrid nasional.
Pertumbuhan hybrid menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai beralih ke teknologi elektrifikasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur charging.
PHEV Melejit 187%, BYD M6 Laris dalam Sebulan
Kategori plug-in hybrid (PHEV) memang paling kecil volumenya—hanya 5.003 unit—tetapi pertumbuhannya paling gila: 187,4 persen. BYD M6 DM menjadi bintang dengan 1.825 unit, seluruhnya terjual hanya dalam Juni 2026. Chery Group membuntuti via Tiggo 8 CSH (1.441 unit) dan Tiggo 9 CSH (373 unit).
Dominasi pabrikan China di segmen ini menandai pergeseran peta persaingan teknologi plug-in di Indonesia.
Mobil Bensin Masih 73% Pangsa, Tapi LCGC Justru Turun
Meski pertumbuhan elektrifikasi mengesankan, mobil bensin konvensional masih menguasai 73 persen pasar—tiga dari empat mobil baru yang terjual adalah ICE. Dari 319.456 unit ICE, 263.950 unit adalah non-LCGC dan 55.506 unit LCGC. Namun, penjualan LCGC justru turun 18,4 persen dibanding tahun lalu.
Penurunan LCGC mengindikasikan bahwa konsumen kelas bawah mulai beralih ke mobil hybrid murah atau motor listrik, meski data belum menunjukkan substitusi langsung.
Data Gaikindo ini memperkuat tren: mobil listrik dan hybrid tumbuh pesat, tetapi mesin bensin masih menjadi tulang punggung pasar otomotif Indonesia. Ke depan, persaingan harga dan infrastruktur charging akan menentukan seberapa cepat transisi ini berlangsung.